Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Uni Afrika Sebut Peran Afrika sebagai Pemasok Bahan Mentah Akan Usai
ilustrasi Afrika (unsplash.com/jameswiseman)

Intinya sih...

  • Uni Afrika ingin Eropa bantu transformasi hilirisasi di Afrika

  • UA dorong representasi permanen Afrika di Dewan Keamanan PBB

  • Sekjen PBB sebut dunia mengarah ke multipolar dengan perubahan kekuatan global

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Komisi UA, Mahmoud Ali Youssouf menyerukan peran Afrika sebagai penyuplai bahan mentah akan berakhir. Langkah ini untuk mendorong Afrika masuk ke level selanjutnya dan menjadi pemain kunci dalam rantai pasokan global. 

“Peran Afrika sebagai pemasok bahan mentah di dunia akan berakhir. Maka dari itu kami mendorong kerja sama perdagangan yang seimbang antara Afrika dan Eropa,” ungkapnya, dikutip dari TRT Afrika.

Selama ini, negara-negara Afrika menjadi salah satu pemasok utama bahan mentah untuk diekspor di berbagai negara di dunia. Sebab, Benua Hitam dikenal akan sumber daya alamnya yang melimpah. 

1. Berharap Eropa bantu transformasi hilirisasi di Afrika

Bendera Uni Eropa. (unsplash.com/alexart251)

Youssouf mengungkapkan, Eropa harus ikut membantu Afrika dalam proses transformasi hilirisasi. Menurutnya, Afrika sudah berprogres untuk menjadi pemain kunci dalam industri global. 

“Afrika sudah berada di jalan untuk jadi pemain kunci dalam tingkat yang berbeda di rantai pasokan barang. Kami mendorong penghormatan dan multilateralisme berdasarkan kesetaraan untuk kepentingan global,” ujarnya, dikutip APA News. 

Youssouf mengungkapkan, investasi di Eropa akan berguna untuk proses industrialisasi mineral di Afrika. Ia juga menyerukan agar akses produk-produk buatan negara Afrika dapat dipasarkan di Eropa secara luas. 

2. UA dorong representasi permanen Afrika di Dewan Keamanan PBB

Benua Afrika. (unsplash.com/jameswiseman)

Pada saat yang sama, UA mendorong adanya perwakilan negara Afrika permanen di Dewan Keamanan PBB. Selain itu, UA juga mengusulkan adanya perwakilan institusi keuangan internasional yang setara di Afrika

“Afrika akan terus meminta kursinya. Kami meminta kursi kami di Dewan Keamanan PBB sesuai dalam konsensus Ezulwini, serta adanya representasi yang setara dalam institusi finansial internasional,” ujarnya, dikutip dari TRT World. 

UA menginginkan reformasi arsitektur finansial internasional untuk mengurangi biaya modal Afrika. Dengan ini, terdapat kepastian untuk mengakses pendanaan ke negara-negara Afrika. 

3. Sekjen PBB sebut dunia mengarah ke multipolar

tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat (unsplash.com/nhuenerfuerst)

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan, dunia mengarah pada multipolar dengan perubahan kekuatan global. Namun, ia memperingatkan munculnya perpecahan yang akan berubah menjadi dua blok besar yang berseteru. 

“Multipolar sendiri tidak menjamin adanya sebuah perdamaian dan kesejahteraan. Eropa pada 1914 juga terbentuk multipolar, tapi karena tidak adanya pemerintahan yang multilateral, maka itu akan memicu perang,” ujarnya. 

Guterres menyerukan agar terbentuknya multipolar yang terhubung satu sama lain. Diharapkan adanya jaringan inklusif mengenai perdagangan, pembangunan, finansial, dan koordnasi dalam pengembangan politik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team