ilustrasi asuransi (pexels.com/Kindel Media)
Apa hasil konkret yang sudah dicapai DAI selama kepemimpinan Bapak?
Sejak awal kepemimpinan saya, kami membawa semangat Restoring Confidence and Always Getting Better. Saya ingin DAI bukan sekadar menjadi wadah komunikasi antar-asosiasi, tetapi juga menjadi kekuatan bersama yang mendorong perubahan kualitas industri.
Ada beberapa capaian dan langkah konkret yang telah kami jalankan. Pertama, pengembangan kepemimpinan industri. DAI membentuk Komite Pengembangan Kepemimpinan Perasuransian dan merealisasikan Insurance Leadership Executive Program pada September 2026. Ini merupakan langkah nyata untuk mempersiapkan pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan strategis, kepemimpinan, tata kelola, serta manajemen risiko yang lebih baik.
Kedua, memperkuat kolaborasi lintas industri. Melalui berbagai forum, termasuk Indonesia Insurance Summit, kami berupaya membangun dialog yang lebih substantif antara pelaku industri, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Ketiga, mendorong perubahan paradigma literasi dan inklusi. Kami menekankan bahwa literasi tidak boleh berhenti pada pemahaman masyarakat mengenai asuransi, tetapi harus menghasilkan produk yang relevan dan perlindungan yang benar-benar dirasakan.
Puji Tuhan dalam tiga tahun terakhir ada kemajuan signifikan dalam indeks literasi dan inklusi asuransi. Perubahan dari kondisi 2023 hingga 2025 menunjukkan:
Literasi: meningkat 5,94 poin persentase, dari 36,90 persen menjadi 42,84 persen.
Inklusi: meningkat 17,34 poin persentase, dari 12,21 persen menjadi 29,55 persen.
Kesenjangan literasi dan inklusi: menyempit dari 24,69 menjadi 13,29 persen.
Keempat, mengangkat kembali agenda kepercayaan publik. Kami secara konsisten mengingatkan pentingnya pembenahan struktur dan kultur industri, profesionalisme sumber daya manusia, serta tata kelola. Revitalisasi lembaga lembaga di bawah DAI berlangsung dengan baik walau sangat besar tantangannya.
Tentu saja, saya tidak ingin mengklaim bahwa semua persoalan telah selesai. Perubahan industri membutuhkan waktu dan kerja bersama. Bagi saya, capaian terpenting bukan berapa banyak kegiatan yang diselenggarakan DAI, melainkan seberapa jauh kegiatan tersebut mampu menjadi fondasi perubahan yang berkelanjutan.
Apa target yang harus tercapai sebelum masa jabatan Bapak berakhir?
Saya ingin meninggalkan fondasi yang kuat agar DAI dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi industri, bahkan setelah periode kepemimpinan saya selesai. Ada tiga prioritas utama yang ingin saya dorong.
Pertama, terbentuknya ekosistem pengembangan sumber daya manusia dan kepemimpinan yang lebih terintegrasi, mulai dari pengetahuan, keterampilan profesional, hingga kemampuan manajerial dan kepemimpinan.
Kedua, semakin kuatnya kolaborasi antarasosiasi untuk memperjuangkan kepentingan industri secara keseluruhan, bukan hanya kepentingan sektoral masing-masing. Ketiga, adanya kemajuan yang dapat diukur dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui perbaikan kualitas layanan, integritas, dan relevansi produk asuransi.
Saya menyadari bahwa memulihkan kepercayaan masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu periode kepengurusan. Karena itu, saya lebih memilih membangun fondasi yang dapat diteruskan oleh generasi pemimpin berikutnya. Saya tidak ingin keberhasilan DAI bergantung pada siapa ketuanya. Saya ingin DAI menjadi institusi yang semakin kuat, relevan, dan mampu bekerja secara berkelanjutan.