ilustrasi stock market, pasar saham, investasi, risiko (vecteezy.com/Asih Wahyuni)
Penipuan ini biasanya terorganisasi. Sebagian pelaku bekerja dari kantor dan berada di bawah kendali sindikat kejahatan. Sebagian pelaku juga merupakan korban perdagangan manusia yang sebelumnya dijebak dengan tawaran pekerjaan, seperti bekerja di pusat layanan pelanggan (call center).
Untuk mencari korban, penipu bisa menggunakan nomor telepon yang diperoleh dari kebocoran data atau pialang data. Mereka kemudian mengirim pesan kepada jutaan nomor dengan harapan ada yang merespons.
Begitu seseorang membalas, penipu akan melanjutkan percakapan. Dari sana, pembicaraan perlahan diarahkan ke investasi.
Penipu bisa mengaku mengetahui aset kripto baru atau platform perdagangan yang menjanjikan. Mereka kemudian menunjukkan tangkapan layar atau foto gaya hidup mewah untuk membuat investasi tersebut terlihat meyakinkan.
Korban juga bisa dimasukkan ke grup percakapan yang tampak berisi banyak orang yang sedang membahas investasi. Padahal, anggota grup tersebut bisa saja seluruhnya penipu. Bisa juga satu orang menggunakan banyak akun untuk menciptakan kesan bahwa banyak orang sudah berhasil berinvestasi.
Setelah korban mulai mengirim uang, penipu akan terus meminta tambahan dana. Mereka dapat menunjukkan gambar yang telah dimanipulasi seolah-olah investasi korban menghasilkan keuntungan besar.
Dalam beberapa kasus, penipu bahkan mengirimkan sejumlah uang kepada korban untuk membuat transaksi terlihat nyata.
Setelah uang korban habis, penipu dapat mendorong mereka menggunakan tabungan pensiun atau meminjam uang. Ketika korban ingin menarik uangnya, penipu bisa meminta pembayaran tambahan dengan alasan untuk pajak atau biaya pialang.
Pada akhirnya, penipu akan memutus komunikasi ketika korban tidak lagi punya uang atau mulai menyadari bahwa dirinya ditipu. Jika penipu sudah mendapatkan akses ke rekening bank, dana di dalamnya juga bisa dikuras.
Jika merasa menjadi korban, segera hentikan komunikasi dan jangan lagi mengirimkan uang. Laporkan penipuan kepada bank dan IC3 sesegera mungkin karena semakin lama menunggu, semakin sulit membatalkan transaksi yang sudah dilakukan.
Menjaga data pribadi saat beraktivitas di internet dan menerapkan langkah dasar keamanan siber juga penting untuk mengurangi risiko menjadi korban.