Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
WKI Anak Usaha Waskita Genjot Portofolio di Bisnis Infrastruktur
Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (KAPB) 2 yang diperbaiki oleh PT Waskita Karya Infrastruktur. (Dok. WKI)
  • WKI menggenjot portofolio melalui konstruksi, pengelolaan alat berat, trading, manufaktur, dan investasi energi terbarukan, dengan strategi pemulihan internal, perluasan pasar, serta pertumbuhan berkelanjutan.
  • Pada 2025, realisasi nilai kontrak baru WKI mencapai 100,07 persen dari target; segmen konstruksi mencapai 104,41 persen, didorong proyek jalan tol, jalan, cetak sawah, dan bendungan.
  • WKI mengoptimalkan aset melalui penyewaan, pabrikasi, workshop, dan kerja sama untuk pendapatan berulang; perusahaan juga mengembangkan EBT secara selektif melalui kemitraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI), anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menggenjot lini bisnis infrastruktur melalui lima lini. Selain memperkuat posisi sebagai mitra tepercaya pada bidang sarana infrastruktur, perusahaan juga mengembangkan portofolio energi baru terbarukan (EBT).

Untuk mewujudkan visi itu, perusahaan menjalankan tiga tahapan utama, mencakup Pemulihan (perbaikan internal), Reposisi (Perluasan Pangsa Pasar), serta Pertumbuhan Berkelanjutan.

"Dari sisi pengembangan pasar, kami pun terus memperkuat strategi dalam perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Pertumbuhan NKB naik signifikan dari tahun 2021 sampai 2025, realisasi perolehannya mencapai 100,07 persen dari target pada 2025, " kata Plt Direktur Utama WKI, Bambang Dwi Wijayanto di Jakarta, dikutip Rabu (2/9/2026).

1. Rincian lima lini bisnis yang jadi fokus WKI

Bisnis pengelolaan alat berat PT Waskita Karya Infrastruktur. (Dok. WKI)

Sebagai bagian dari penguatan portofolio, WKI menjalankan lima lini bisnis yang saling melengkapi untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional, yaitu:

1. Konstruksi - pekerjaan sipil untuk sarana infrastruktur nasional, termasuk jalan tol dan bendungan

2. Pengelolaan Alat Berat - Pengelolaan alat berat untuk proyek konstruksi dan pertambangan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia

3. Trading - Penyediaan material dan produk pendukung konstruksi

4. Manufaktur - Pabrikasi baja, tower transmisi, modular keet , dan jembatan gantung

5. Investasi di bidang Energi - investasi pada Energi Baru Terbarukan (EBT).

2. Nilai kontrak baru di segmen konstruksi capai 104 persen dari target

Proyek peningkatan Jalan Gajah Mada di Batam oleh PT Waskita Karya Infrastruktur. (Dok. WKI)

Pada segmen konstruksi, perusahaan mengantongi realisasi nilai kontrak baru (NKB) 104,41 persen dari target, yang didominasi oleh pasar eksternal.

Adapun sejumlah proyeknya, antara lain:

  • Proyek Perbaikan Tol Kayu Agung–Palembang, Cetak Sawah Rakyat Kab Merauke.

  • Peningkatan Jalan R. Suprapto dan Jalan Gajah Mada Batam.

  • Proyek Pengaspalan Tol Palembang–Betung 1 & 2, Pekerjaan Tanah Pembangunan Tol Bocimi Seksi 3A & 3B, serta pembangunan Ramp Off Tol Bocimi.

  • Selain itu, WKI turut berkonstribusi atas rampungnya beberapa proyek, di antaranya Tol Cimanggis–Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.

  • Pembangunan Gedung Setpres, hingga Bendungan Rukoh.

Pada segmen Pengelolaan Alat Berat, WKI mengelola 341 unit aset peralatan, dan ke depannya akan mengelola kurang lebih sekitar 1.200 unit aset peralatan melalui rencana pengalihan atau inbreng dari Waskita Karya sebagai induk usaha yang kini masih berstatus dalam proses dan belum efektif. Status itu sesuai persetujuan serta proses korporasi yang berlaku.

Lanjut di segmen Trading, WKI juga memiliki beragam material yang secara umum ditunjukkan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia seperti material agregat A & agregat B, granular backfill, pasir, dan tanah merah.

3. Bangun pabrikasi baja di Cikande

Workshop Baja PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) di Cikande, Serang, Banten. (Dok. WKI)

Di segmen Manufaktur, WKI menyediakan pabrikasi baja yang berlokasi di Cikande. Pabrikasi itu melayani kebutuhan tower transmisi, pabrikasi baja, dukungan proyek, serta operation & maintenance .

“Pada 2026, arah pengelolaan aset ini difokuskan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop , dan kerja sama. Tujuannya agar menghasilkan pendapatan berulang dan memperkuat arus kas perusahaan, maka WKI selalu siap mendukung infrastruktur negeri sebagai Mitra Infrastruktur," tutur Bambang.

Terakhir, pada segmen Investasi di bidang Energi, WKI mengembangkan portofolio EBT secara selektif, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan solusi EBT lainnya.

Inisiatif dimulai dengan investasi di anak usahanya yaitu PT Waskita Sangir Energi yang telah berhasil di Divestasi pada 2025, kemudian dilanjutkan melalui PT Waskita Wado Energi.

Pendekatan yang dilakukan WKI sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan Indonesia masa depan. EBT tetap menjadi salah satu arah strategis jangka panjang perusahaan, yang dijalankan secara terukur dan berbasis kemitraan (partnership-based).

“WKI akan melakukan pemulihan secara bertahap, harapan kami ke depan, agar WKI dapat tumbuh dengan cara yang sehat dan terukur serta berkelanjutan, ” ujar Bambang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article