Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Xi Jinping ke Mesir, Perdagangan China-Mesir Mencapai Rp371 Triliun
Sekretaris Jenderal Partai Komunis China, Xi Jinping (Press Service of the President of the Russian Federation / Roman Kubanskiy, This file comes from the website of the President of the Russian Federation and is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 License, via Wikimedia Commons)
  • Xi Jinping mengunjungi Mesir selama tiga hari untuk bertemu Abdel Fattah el-Sisi, menandai 70 tahun hubungan diplomatik dan menindaklanjuti Kemitraan Strategis Komprehensif 2014.
  • Perdagangan nonminyak China-Mesir hampir mencapai 20,7 miliar dolar AS pada akhir 2025, sementara investasi China melampaui 10 miliar dolar AS, terutama di kawasan Terusan Suez.
  • Kedua negara memperluas kerja sama ekonomi, pembangunan, dan keamanan, termasuk latihan udara bersama, serta menegaskan dukungan terhadap Palestina, stabilitas kawasan, dan posisi Mesir terkait Sungai Nil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden China Xi Jinping tiba di Kairo, Mesir, pada Selasa (1/9/2026) untuk melakoni kunjungan kerja selama tiga hari sekaligus bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Lawatan perdana Xi ke Mesir dalam dekade terakhir ini bertepatan dengan momen 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara, dilansir ABC News.

Juru Bicara Kepresidenan Mesir Duta Besar Mohamed el-Shennawy menyebut agenda ini ditujukan untuk mempererat kerja sama bilateral sekaligus menindaklanjuti Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif yang disepakati pada 2014. Pemerintah China menggambarkan hubungan dengan Mesir saat ini berada dalam kondisi terbaik sepanjang sejarah, sementara Shennawy menyampaikan kedua pemimpin juga berkonsultasi mengenai berbagai isu regional dan internasional.

Sejak menjabat pada 2014, Sisi tercatat telah delapan kali berkunjung ke China. Sementara itu, dalam lawatan kali ini, Xi dijadwalkan melawat ke Museum Mesir Agung yang berlokasi di Giza.

1. Perdagangan China-Mesir mencatat nilai miliaran dolar

ilustrasi kesepakatan kerja sama (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Melansir artikel di surat kabar Al-Ahram, Sisi menyebut kemitraan strategis komprehensif kedua negara telah menelurkan terobosan besar dengan menempatkan China sebagai mitra komersial dan ekonomi utama Mesir. Badan Informasi Negara (SIS) mencatat nilai perdagangan bilateral nonminyak bumi kedua negara hampir menembus 20,7 miliar dolar AS (sekitar Rp371,98 triliun) hingga akhir 2025.

Nilai perdagangan tahunan yang berkisar 20 miliar dolar AS atau Rp359,4 triliun tersebut berhasil melampaui volume perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Mesir pada 2025 yang tercatat sebesar 15,7 miliar dolar AS (sekitar Rp281,13 triliun). Data Badan Pusat Mobilisasi dan Statistik Publik (CAPMAS) menunjukkan ekspor Mesir ke China melonjak hampir 200 persen menjadi 840,8 juta dolar AS (sekitar Rp15,11 triliun) pada semester pertama 2026, sedangkan nilai impornya menyentuh 10,4 miliar dolar AS (sekitar Rp186,89 triliun).

Investasi China di Mesir kini telah melampaui 10 miliar dolar AS (sekitar Rp179,7 triliun) dengan fokus utama di kawasan Terusan Suez. Zona kerja sama TEDA di Ain Sokhna yang terhubung dengan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) menampung sekitar 200 perusahaan berinvestasi lebih dari 3,8 miliar dolar AS (sekitar Rp68,29 triliun), di samping sokongan China pada proyek pusat bisnis timur Kairo serta jalur kereta listrik Delta Nil.

2. China memperluas pengaruh melalui kemitraan Mesir

Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

Lawatan ini berlangsung saat China gencar memperluas pengaruhnya di Timur Tengah sekaligus menampilkan peran sebagai penstabil kawasan di tengah krisis Gaza dan perang enam bulan antara AS-Israel melawan Iran. Mesir turut memanfaatkan relasi ini untuk memperbanyak opsi kemitraan strategis usai resmi bergabung dengan blok BRICS pada 2023 dan menyepakati kerja sama BRI.

Peran Terusan Suez kian krusial sebagai jalur alternatif pasokan energi di tengah gangguan pengiriman yang melanda Selat Hormuz.

Kedua negara juga belum lama ini menggelar latihan militer udara bersama bertajuk Elang Peradaban (Eagles of Civilization) yang melibatkan jet tempur J-16 milik China dan pesawat Rafale buatan Prancis milik Mesir. Agenda kunjungan Xi ini bergulir persis setelah ia menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgistan yang dihadiri para pemimpin Rusia, India, Pakistan, dan Iran.

3. China memperluas kekuatan lunak melalui kerja sama

ilustrasi pabrik minyak (pexels.com/Zakelj)

Direktur Program Timur Tengah Carnegie, Amr Hamzawy, bersama Kathryn Selfe mencermati bahwa China terus memupuk kehadiran kekuatan lunaknya (soft power) di kawasan. Di sisi lain, Beijing menegaskan aktivitas dagangnya dengan Iran, termasuk pembelian minyak yang mencakup lebih dari 80 persen, selalu berjalan sesuai koridor hukum internasional.

Sisi kembali menyuarakan dukungan Mesir terhadap posisi China atas Taiwan, sementara Xi menyerukan pentingnya memperluas ruang kerja sama praktis lewat program pembangunan. Xi menyebut relasi kedua negara selama tujuh dekade terakhir terbukti tangguh mengarungi berbagai dinamika dan perubahan lanskap politik global.

Dalam tulisannya, Xi memaparkan pandangan bersama kedua negara terkait persoalan Palestina serta komitmen menjaga stabilitas kawasan.

“Kedua belah pihak dengan tegas mendukung perjuangan adil rakyat Palestina dalam memulihkan hak-hak nasional mereka yang sah, dan keduanya berkomitmen untuk memfasilitasi penyelesaian politik isu-isu hangat serta mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan,” tulis Xi, dikutip Al Jazeera.

Sisi turut menyampaikan apresiasinya atas sikap Beijing yang mengakui vitalnya peran Sungai Nil bagi Mesir di tengah dinamika Bendungan Renaisans Ethiopia (GERD).

“Dalam hal ini, Mesir sangat menghargai posisi China yang menegaskan pengakuannya atas pentingnya Sungai Nil bagi Mesir sebagai urat nadi utamanya, dan menegaskan kembali pentingnya menahan diri dari mengambil langkah sepihak serta meningkatkan kerja sama dengan itikad baik untuk mencapai manfaat bersama dan kerja sama yang saling menguntungkan bagi semua,” tulis Sisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article