Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur Bantuan Pangan hingga Serap Gabah Petani
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)
  • Pemerintah menetapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) sebagai penyalur bantuan pangan berupa 10 kilogram beras untuk sekitar 33 juta penerima dari kelompok desil 1 dan 2 selama Juli–September.
  • Kopdes juga akan menyalurkan pupuk subsidi langsung ke petani di desa, agar distribusi lebih efisien dan tepat sasaran sesuai kebutuhan pertanian lokal.
  • Selain itu, Kopdes berperan sebagai offtaker hasil panen dengan membeli gabah sesuai HPP Rp6.500 per kilogram serta menjadi lokasi pelaksanaan operasi pasar di tiap desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus menggodok operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Nantinya, koperasi tersebut akan menjalankan sejumlah fungsi strategis, mulai dari menyalurkan bantuan pangan dan pupuk subsidi hingga menjadi lokasi operasi pasar. 

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

1. Menyalurkan bantuan pangan pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam agenda Rapat Koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih, Senin (20/7/2026). (IDN Times/ Zahira Hilman)

Zulhas menyampaikan, pemerintah telah memutuskan penyaluran bantuan pangan berupa 10 kilogram beras kepada sekitar 33 juta penerima dari kelompok desil 1 dan desil 2 selama Juli hingga September. 

Nantinya, bantuan tersebut tidak lagi disalurkan secara langsung, melainkan melalui Kopdes

“Misalnya bantuan pangan, kita sudah putuskan untuk Juli, Agustus, September. Beras 10 kilo untuk desil 1, desil 2, berjumlah sekitar 33 juta. Nanti bantunya dari Bapanas langsung ke Kopdes, Kopdes yang bagi,” tutur Zulhas.

2. Menjadi penyalur pupuk subsidi

Imbas pupuk subsidi tak kunjung datang, petani gunakan Pupuk non subsidi. IDN Times/Riyanto.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga akan menyalurkan pupuk subsidi melalui Kopdes. Zulhas menjelaskan, skema ini dipilih karena mayoritas petani berada di desa sehingga distribusi menjadi lebih mudah. 

“Ada juga subsidi. Subsidi itu apa misalnya? Pupuk. Pupuk nanti langsung Kopdes-kopdes yang ke rakyat, kan setiap desa ada. Sawah petani kan ada di desa kan. Jadi nanti penyaluran pupuk itu melalui Koperasi Desa Merah Putih atau kalau untuk ikan ya nelayan,” tambah dia.

3. Menjadi offtaker hasil panen dan lokasi operasi pasar

Petani perempuan, Kamsiyah (kiri) memukul batang padi untuk merontokkan gabah di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin (22/12/2025). (IDN Times/Dhana Kencana)

Lebih lanjut, Zulhas membeberkan Kopdes juga akan berfungsi sebagai offtaker hasil panen. Dia mencontohkan, apabila harga gabah di suatu daerah turun hingga Rp5.000 per kilogram akibat kendala transportasi atau faktor lain, Kopdes akan tetap membeli gabah sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram

“Ada di satu desa, kita sudah menentukan harga gabah Rp6.500. Tapi di situ mungkin kesulitan transportasi dan lain-lain, gabahnya Rp5.000. Maka, koperasi harus membeli Rp6.500. Itu dia berfungsi sebagai offtaker,” terang dia. 

Selain menyerap hasil panen, menurut Zulhas, Kopdes juga akan menjadi lokasi pelaksanaan operasi pasar. 

“Kalau nanti ada operasi pasar langsung ke Kopdes. Jadi tiap desa ada barangnya, sehingga tidak akan dioplos dan sebagainya. Dia sebagai infrastruktur pemerintah, kalau kita ada pasar murah langsung ke koperasi-koperasi itu. Memang ini bertahap, karena kita tahu ini baru akan selesai 35.872 pada bulan Agustus” ujar Zulhas kepada awak media.

Curated For You

Editorial Team

Related Article