ilustrasi ngecek ponsel (magnific.com/yanalya)
Mengetahui kondisi saldo dan tabungan memang penting, tapi terlalu sering mengeceknya juga bisa membuat kecemasan semakin besar. Kalau setiap kali membuka aplikasi perbankan kamu langsung merasa takut melihat saldo berkurang, kebiasaan tersebut mungkin sudah mulai memengaruhi ketenanganmu. Bryan-Podvin menyarankan adanya batasan ringan, misalnya mengecek perkembangan tabungan secara mingguan daripada berkali-kali dalam sehari.
Kamu juga bisa menggunakan skala sederhana dari satu sampai sepuluh untuk mengenali tingkat stres sebelum mengambil keputusan finansial besar. Kalau keinginan membeli sesuatu muncul saat tingkat stresmu berada di angka delapan, misalnya, sebaiknya beri jeda sebelum memutuskan. Coba jalan kaki, menulis jurnal, atau melakukan aktivitas lain sampai perasaanmu lebih tenang dan berada di sekitar angka empat atau lima. Tujuannya bukan menunggu sampai kecemasan hilang sepenuhnya, melainkan memastikan kalau kamu berada dalam kondisi emosional yang cukup baik untuk membuat keputusan finansial secara bijak.
Kecemasan finansial gak harus membuatmu berhenti menikmati uang hasil kerja kerasmu, kok. Sedikit stres soal uang sebenarnya bisa menjadi pengingat untuk mengevaluasi prioritas dan menjaga rencana keuangan tetap berada di jalur yang tepat. Hal terpenting adalah menemukan titik seimbang antara menjaga kondisi finansial dan tetap memberikan ruang untuk menikmati hidup. Dengan menentukan prioritas, mengotomatisasi tabungan, terbuka soal uang, serta memberi batasan pada kebiasaan mengecek keuangan, kamu bisa belanja dengan lebih tenang tanpa terus dihantui rasa bersalah.