Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Cara Redakan Kecemasan Finansial Tanpa Harus Stop Belanja
ilustrasi orang stres kerja (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Menentukan prioritas seperti dana darurat, pelunasan utang, atau tujuan tertentu membantu membedakan pengeluaran penting dan hiburan tanpa mengorbankan rencana keuangan.
  • Otomatisasi setoran ke tabungan atau investasi membuat tujuan finansial tetap berjalan, sehingga sisa uang dapat digunakan untuk kebutuhan dan hiburan dengan lebih tenang.
  • Membicarakan batasan finansial dengan orang terdekat serta membatasi frekuensi mengecek saldo dapat mengurangi tekanan dan mendukung keputusan belanja yang lebih bijak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Merasa cemas setiap kali harus mengeluarkan uang ternyata cukup umum dialami banyak orang, terutama ketika kebutuhan hidup terus bertambah. Di satu sisi, kamu ingin menikmati hasil kerja dengan nongkrong, traveling, atau membeli sesuatu yang memang kamu suka. Di sisi lain, muncul rasa khawatir apakah pengeluaran tersebut bakal mengganggu kondisi keuangan di kemudian hari.

Menariknya, mengatasi kecemasan finansial bukan berarti kamu harus berhenti belanja atau menghindari semua pengeluaran yang sifatnya menyenangkan, lho. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan supaya tetap bisa menikmati uang tanpa terus-menerus dihantui rasa bersalah.

1. Tentukan prioritas keuangan

ilustrasi saving (magnific.com/magnific)

Kecemasan finansial sering muncul karena kamu belum benar-benar tahu mana pengeluaran yang penting dan mana yang bisa ditunda. Saat semua kebutuhan terasa sama-sama mendesak, setiap keputusan untuk menggunakan uang akhirnya bisa bikin overthinking. Menurut Lindsay Bryan-Podvin, financial therapist sekaligus pendiri Mind Money Balance, memahami hal yang kamu anggap penting dalam keuangan dapat membantu mengurangi kecemasan ketika harus mengambil keputusan soal uang.

Coba tentukan beberapa prioritas utama dalam kondisi keuanganmu saat ini. Misalnya, kamu sedang fokus membangun dana darurat, melunasi utang, atau mengumpulkan uang untuk tujuan tertentu. Kalau prioritasmu sudah jelas, kamu gak harus merasa bersalah ketika sesekali mengeluarkan uang untuk konser, makan bersama teman, atau liburan, selama pengeluaran tersebut gak mengorbankan tujuan utama. Cara ini juga bisa mengurangi rasa bingung karena kamu punya patokan saat harus menentukan apakah sebuah pembelian layak dilakukan.

2. Otomatiskan sebagian uang untuk tabungan

ilustrasi bank (vecteezy.com/6428W Digital Art)

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi kecemasan soal uang adalah membuat sistem keuangan yang gak terlalu bergantung pada keputusanmu setiap hari. Bryan-Podvin menyarankan penggunaan berbagai alat pengelolaan uang, seperti kontribusi otomatis ke rekening tabungan atau investasi. Dengan sistem tersebut, sebagian uang bisa langsung dialihkan untuk tujuan finansial sebelum sempat digunakan untuk kebutuhan lain.

Kamu juga bisa memanfaatkan rekening tabungan berbunga tinggi agar dana yang sudah disisihkan tetap memiliki kesempatan untuk berkembang. Ketika tabungan berjalan secara otomatis, kamu gak perlu terus-menerus memikirkan apakah bulan ini sudah menabung atau belum. Kondisi tersebut bisa membuatmu lebih leluasa menggunakan sisa uang untuk kebutuhan maupun hiburan. Jadi, menikmati hasil kerja tetap memungkinkan tanpa harus mengorbankan rencana keuangan yang sudah dibuat.

3. Bicarakan kondisi keuangan dengan orang terdekat

ilustrasi ngobrol dengan teman (magnific.com/magnific)

Urusan uang sering terasa lebih berat ketika kamu memendam semua kekhawatiran sendirian. Padahal, membicarakan kondisi keuangan dengan orang yang dipercaya bisa membantu membuat target finansial terasa lebih realistis, lho. Bryan-Podvin juga mendorong kebiasaan ngobrol soal uang secara terbuka tanpa stigma, termasuk membicarakan tujuan dan batasan keuangan dengan teman atau orang terdekat.

Misalnya, kamu bisa memberi tahu teman bahwa sedang mengurangi pengeluaran karena ingin memperbesar tabungan. Dengan begitu, kamu gak perlu terus mencari alasan ketika menolak ajakan makan mahal atau liburan mendadak. Orang terdekat juga bisa lebih memahami kondisi dan mungkin menawarkan pilihan aktivitas yang lebih ramah di kantong. Selain mengurangi kecanggungan, komunikasi seperti ini bisa membuatmu lebih bertanggung jawab terhadap tujuan keuangan yang sedang dikejar.

4. Beri batasan pada kebiasaan mengecek keuangan

ilustrasi ngecek ponsel (magnific.com/yanalya)

Mengetahui kondisi saldo dan tabungan memang penting, tapi terlalu sering mengeceknya juga bisa membuat kecemasan semakin besar. Kalau setiap kali membuka aplikasi perbankan kamu langsung merasa takut melihat saldo berkurang, kebiasaan tersebut mungkin sudah mulai memengaruhi ketenanganmu. Bryan-Podvin menyarankan adanya batasan ringan, misalnya mengecek perkembangan tabungan secara mingguan daripada berkali-kali dalam sehari.

Kamu juga bisa menggunakan skala sederhana dari satu sampai sepuluh untuk mengenali tingkat stres sebelum mengambil keputusan finansial besar. Kalau keinginan membeli sesuatu muncul saat tingkat stresmu berada di angka delapan, misalnya, sebaiknya beri jeda sebelum memutuskan. Coba jalan kaki, menulis jurnal, atau melakukan aktivitas lain sampai perasaanmu lebih tenang dan berada di sekitar angka empat atau lima. Tujuannya bukan menunggu sampai kecemasan hilang sepenuhnya, melainkan memastikan kalau kamu berada dalam kondisi emosional yang cukup baik untuk membuat keputusan finansial secara bijak.

Kecemasan finansial gak harus membuatmu berhenti menikmati uang hasil kerja kerasmu, kok. Sedikit stres soal uang sebenarnya bisa menjadi pengingat untuk mengevaluasi prioritas dan menjaga rencana keuangan tetap berada di jalur yang tepat. Hal terpenting adalah menemukan titik seimbang antara menjaga kondisi finansial dan tetap memberikan ruang untuk menikmati hidup. Dengan menentukan prioritas, mengotomatisasi tabungan, terbuka soal uang, serta memberi batasan pada kebiasaan mengecek keuangan, kamu bisa belanja dengan lebih tenang tanpa terus dihantui rasa bersalah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article