Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Hal Besar yang Diprediksi Akan Membentuk Pasar Global 2026

ilustrasi 2026
ilustrasi 2026 (unsplash.com/BoliviaInteligente)
Intinya sih...
  • Raksasa teknologi tetap agresif berinvestasi di AI meski isu gelembung berlanjut.
  • Transisi kepemimpinan The Fed menjadi faktor penting bagi kebijakan ekonomi 2026.
  • IPO SpaceX berpotensi mengubah lanskap investasi dan memperluas “Musk trade”.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Memasuki 2026, sejumlah peristiwa besar sudah berada di depan mata. Masa jabatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan segera berakhir, menandai transisi penting dalam kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, ada pula sejumlah agenda yang dinilai sangat mungkin terjadi, meski belum sepenuhnya pasti, mulai dari langkah korporasi raksasa teknologi hingga perubahan lanskap pasar keuangan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, narasi besar yang mendominasi 2025—mulai dari akal imitasi (AI), kebijakan moneter, hingga pengaruh figur-figur teknologi—diperkirakan terus berevolusi sepanjang 2026. Namun, dinamika pasar selalu menyisakan ruang bagi kejutan yang sulit diprediksi.

Dilansir Yahoo Finance, berikut empat perkiraan utama yang banyak diperhatikan pelaku pasar global pada 2026.

1. Raksasa teknologi tetap melaju di tengah isu gelembung AI

ilustrasi gelembung (bubble)
ilustrasi gelembung (bubble) (unsplash.com/Jernej Graj)

Perdebatan soal potensi gelembung AI diperkirakan belum akan mereda pada 2026. Meski demikian, perusahaan teknologi besar dinilai tidak akan mengubah arah strategi mereka.

Model bisnis yang sangat menguntungkan di sektor periklanan, e-commerce, perangkat lunak, dan komputasi awan memberi bantalan finansial yang kuat untuk terus berinvestasi di pengembangan large language models (LLM), meskipun bisnis tersebut belum sepenuhnya menghasilkan keuntungan.

Isu gelembung AI kemungkinan besar akan terus muncul dalam diskursus investor. Namun, tekanan terbesar diperkirakan justru akan dirasakan oleh pemain teknologi yang lebih kecil dan perusahaan yang murni berfokus pada AI.

Sementara itu, raksasa teknologi dengan neraca keuangan kuat dinilai memiliki ketahanan lebih besar untuk melewati periode ketidakpastian tanpa menghadapi risiko finansial yang bersifat eksistensial.

2. Jerome Powell diperkirakan tak menyaksikan ‘soft landing’ versinya

Ketua The Fed, Jerome Powell
Ketua The Fed, Jerome Powell (Federalreserve, Public domain, via Wikimedia Commons)

Dengan hanya menyisakan beberapa pertemuan kebijakan sebelum masa jabatannya berakhir, warisan kepemimpinan Jerome Powell di Federal Reserve menjadi sorotan.

Selama menjabat, Powell dikenal mempertahankan pendekatan yang berhati-hati dan institusional, termasuk saat menghadapi tekanan politik dari Gedung Putih. Namun, ketika ditanya soal warisan kepemimpinannya, Powell secara konsisten menekankan tujuan formal The Fed: meninggalkan kondisi ekonomi yang sehat dan inflasi yang bergerak kembali menuju target 2 persen bagi penerusnya.

Berdasarkan dinamika terkini, target tersebut diperkirakan belum sepenuhnya tercapai saat masa jabatannya berakhir. Selain itu, proses penunjukan ketua The Fed berikutnya berpotensi memicu dinamika politik baru yang dapat membayangi kemajuan pengendalian inflasi. Dengan kata lain, upaya soft landing yang dirancang Powell kemungkinan baru akan diuji setelah ia tak lagi memimpin bank sentral.

3. Pasar prediksi berkembang pesat, diiringi gelombang penolakan

potret salah satu contoh kontrak berbentuk yes-no di laman Kaishi
potret salah satu contoh kontrak berbentuk yes-no di laman Kaishi (kalshi.com)

Pasar prediksi diperkirakan akan semakin berkembang pada 2026. Setelah Robinhood, Coinbase ikut meramaikan sektor ini melalui kemitraan dengan Kalshi, memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berbasis hasil dari peristiwa dunia nyata. Konsep ini menawarkan cara baru untuk mengukur sentimen publik melalui mekanisme pasar.

Beragam kontrak berbentuk yes-no—mulai dari perubahan kepemimpinan perusahaan hingga keputusan kebijakan publik—menunjukkan bagaimana minat terhadap isu aktual dapat dimonetisasi. Namun, pertumbuhan pesat ini juga memunculkan kritik, terutama karena kemiripannya dengan perjudian massal yang instan, seiring meningkatnya popularitas taruhan olahraga di AS.

Penolakan publik menyoroti potensi risiko, termasuk isu etika, kemungkinan manipulasi, serta kekhawatiran bahwa instrumen keuangan baru ini semakin mencampuri berbagai aspek kehidupan sosial dan politik. Dorongan regulasi diperkirakan akan meningkat seiring meluasnya adopsi pasar prediksi.

4. IPO SpaceX dinilai memperluas ‘Musk trade’

potret roket SpaceX
potret roket SpaceX (spacex.com)

Pada 2026, minat investor terhadap Elon Musk diperkirakan tidak hanya terpusat pada Tesla. Rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) SpaceX berpotensi menjadi salah satu peristiwa terbesar di Wall Street. Jika terealisasi, IPO SpaceX disebut-sebut dapat menjadi yang terbesar dalam sejarah pasar modal.

Langkah ini akan memberi investor alternatif baru untuk berinvestasi pada Musk, sekaligus berpotensi mengalihkan sebagian perhatian dari Tesla. Di sisi lain, IPO tersebut juga akan membuka akses SpaceX ke sumber modal yang jauh lebih besar untuk mendukung ambisi eksplorasi luar angkasa.

Keberhasilan SpaceX di pasar publik juga dinilai dapat menyeimbangkan risiko yang mungkin muncul dari proyek Tesla lainnya, termasuk produksi Robotaxi yang telah lama dinantikan. Dengan demikian, “Musk trade” pada 2026 diperkirakan tidak hanya meluas, tetapi juga semakin terdiversifikasi.

2026 diperkirakan menjadi periode transisi penting bagi pasar global, ditandai oleh perubahan kepemimpinan, evolusi teknologi, dan inovasi keuangan baru. Meski sejumlah arah besar sudah terlihat, dinamika ekonomi dan politik global tetap menyisakan ketidakpastian yang berpotensi mengubah jalannya prediksi tersebut.

FAQ Seputar Pasar Global

Mengapa isu gelembung AI masih dibahas pada 2026?

Karena investasi besar-besaran di AI terus berlanjut meski profitabilitas belum merata.

Apa dampak berakhirnya masa jabatan Jerome Powell?

Transisi kepemimpinan The Fed berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga dan inflasi.

Mengapa IPO SpaceX dianggap penting?

IPO SpaceX berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah dan memperluas opsi investasi terkait Elon Musk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Tips Menghindari Kesalahan Finansial yang Terjadi di Usia Produktif

04 Jan 2026, 08:05 WIBBusiness