Uang tunai sudah lama menjadi bagian dari kegiatan jual beli. Dari warung kecil, toko kelontong, hingga bisnis dengan skala lebih besar, pembayaran menggunakan uang kertas dan koin pernah menjadi cara yang paling umum digunakan.
Namun, perkembangan teknologi membuat pilihan pembayaran semakin beragam. Pelanggan kini dapat membayar menggunakan QRIS, transfer bank, dompet digital, kartu, dan berbagai metode pembayaran elektronik lainnya.
Perubahan tersebut membuat sebagian bisnis mulai mengurangi ketergantungan pada uang tunai. Mengurangi ketergantungan bukan berarti sepenuhnya menolak pembayaran cash.
Banyak bisnis tetap menyediakan pilihan tunai karena masih ada pelanggan yang membutuhkannya. Namun, dengan semakin banyaknya transaksi digital, bisnis memiliki alasan untuk mulai menyeimbangkan penggunaan uang tunai dengan metode pembayaran lainnya. Lalu, apa saja alasan di balik perubahan tersebut? Scroll dibawah ini!
