Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Punya Skor Kredit Bagus Tetap Penting meski Tak Berutang
ilustrasi pinjaman, skor kredit, kartu kredit, KPR, utang (magnific.com/rawpixel.com)
  • Skor kredit baik memberi cadangan pilihan saat darurat, termasuk akses pinjaman berbiaya lebih masuk akal tanpa harus buru-buru menjual aset.
  • Riwayat kredit dapat memengaruhi premi asuransi, kebutuhan uang jaminan utilitas, serta penilaian pemilik properti saat mengajukan sewa tempat tinggal.
  • Skor tinggi berpotensi menurunkan bunga pinjaman dan membuka akses kartu kredit; jagalah dengan membayar tagihan tepat waktu serta menggunakan limit secara terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang mengira skor kredit baru penting ketika ingin mengajukan pinjaman atau kartu kredit. Padahal, punya riwayat kredit yang baik bisa memberikan sejumlah keuntungan meski kamu sebenarnya gak punya rencana untuk berutang.

Anggap saja skor kredit seperti alat yang jarang dipakai, tapi tetap berguna ketika kamu tiba-tiba membutuhkannya. Kondisi keuangan bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga punya rekam jejak kredit yang baik membuatmu memiliki lebih banyak pilihan.

Lantas, apa saja alasan skor kredit tetap perlu dijaga meski kamu gak sedang berutang?

1. Memberimu lebih banyak pilihan saat kondisi darurat

ilustrasi PHK (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong)

Kamu mungkin merasa gak membutuhkan kredit karena saat ini kondisi keuangan sedang aman. Namun, keadaan darurat bisa datang tanpa permisi, misalnya ketika kehilangan penghasilan atau harus membayar kebutuhan penting secara mendadak.

Dalam situasi seperti itu, skor kredit yang baik bisa membantumu mendapatkan akses pinjaman dengan biaya yang lebih masuk akal. Jadi, kamu punya pilihan tambahan ketika dana darurat mulai menipis.

Fleksibilitas semacam ini juga berguna ketika situasi ekonomi atau kondisi pasar sedang gak bersahabat. Misalnya, orang yang mengandalkan investasi untuk membiayai kebutuhan hidup bisa saja membutuhkan dana tambahan ketika nilai investasinya sedang turun.

Dengan riwayat kredit yang baik, kamu berpotensi punya alternatif untuk melewati masa sulit tanpa harus buru-buru menjual aset. Bukan berarti kamu harus berutang, ya, tapi akses tersebut bisa menjadi cadangan ketika benar-benar diperlukan.

2. Bisa memengaruhi biaya yang kamu bayar

ilustrasi asuransi (pexels.com/Monstera Production)

Skor kredit ternyata gak selalu berhenti pada urusan pinjam-meminjam. Dalam beberapa kondisi, informasi dari riwayat kredit dapat digunakan perusahaan untuk menilai risiko seseorang sebelum menentukan biaya tertentu.

Salah satu contohnya adalah asuransi kendaraan, karena di Amerika Serikat sejumlah perusahaan asuransi menggunakan data kredit dalam menentukan premi. Artinya, riwayat kredit yang kurang baik berpotensi membuat pengeluaranmu menjadi lebih besar.

Hal serupa juga dapat terjadi pada asuransi rumah atau asuransi penyewa tempat tinggal di sejumlah wilayah. Bahkan, perusahaan utilitas tertentu bisa menggunakan informasi kredit untuk menentukan apakah pelanggan perlu membayar uang jaminan.

Jadi, menjaga skor kredit tetap sehat berpotensi membantumu menghindari biaya tambahan yang sebenarnya gak perlu. Meski aturan seperti ini berbeda-beda di setiap negara atau wilayah, prinsipnya tetap sama: reputasi finansial bisa punya dampak di luar pinjaman.

3. Memudahkanmu saat ingin menyewa tempat tinggal

ilustrasi pindah rumah (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Bayangkan kamu sedang mencari apartemen atau rumah sewaan baru. Selain mempertimbangkan penghasilan dan dokumen lainnya, sebagian pemilik properti dapat memeriksa laporan kredit calon penyewa untuk menilai apakah mereka dianggap mampu memenuhi kewajiban pembayaran.

Kalau riwayat kreditmu baik, kamu bisa terlihat sebagai calon penyewa yang lebih meyakinkan. Hal ini tentu gak menjamin pengajuan sewa pasti diterima, ya, tapi rekam jejak finansial yang sehat bisa menjadi nilai tambah.

Karena itu, jangan menganggap skor kredit hanya relevan untuk orang yang punya banyak cicilan. Kamu bisa saja gak memiliki utang sama sekali, tapi tetap membutuhkan riwayat kredit ketika suatu hari pindah tempat tinggal.

Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa skor kredit dapat berhubungan dengan keputusan finansial yang lebih luas. Semakin baik kamu menjaga rekam jejak tersebut, semakin banyak opsi yang mungkin tersedia ketika kebutuhan muncul.

4. Membantumu mendapatkan kredit dengan biaya lebih rendah

ilustrasi kartu kredit (vecteezy.com/Perawit Boonchu)

Kalaupun suatu hari kamu berubah pikiran dan membutuhkan pinjaman, skor kredit yang bagus bisa memberikan keuntungan. Pemberi pinjaman biasanya mempertimbangkan riwayat kredit ketika menentukan tingkat risiko seorang peminjam.

Skor yang lebih tinggi dapat membantumu memperoleh tingkat bunga yang lebih rendah, sehingga cicilan dan total biaya pinjaman berpotensi ikut turun. Dengan kata lain, menjaga skor kredit sekarang bisa memberikan manfaat jika kamu membutuhkan kredit di masa depan.

Keuntungan serupa juga bisa muncul ketika kamu menggunakan kartu kredit secara bijak. Kartu dengan fasilitas seperti cashback umumnya lebih mudah tersedia bagi konsumen dengan profil kredit yang baik. Kamu bahkan bisa menghindari bunga dengan membayar seluruh tagihan tepat waktu setiap bulan.

Jadi, memiliki skor kredit bagus bukan berarti kamu harus mulai berutang, ya, melainkan memastikan kamu berada dalam posisi yang lebih menguntungkan jika suatu saat memilih menggunakan fasilitas kredit.

5. Bisa dijaga tanpa harus punya banyak utang

ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, pembayaran cashless, kartu kredit (magnific.com/magnific)

Kabar baiknya, kamu gak perlu sengaja berutang demi mempertahankan skor kredit. Salah satu hal terpenting yang bisa dilakukan adalah membayar tagihan tepat waktu.

Selain itu, penggunaan limit kredit juga berpengaruh besar terhadap skor, sehingga kalau menggunakan kartu kredit, sebaiknya jangan membiarkan saldo terus menumpuk, ya. Membayar tagihan secara penuh setiap bulan merupakan salah satu cara sederhana untuk menjaga penggunaan kredit tetap terkendali.

Kamu juga sebaiknya gak buru-buru menutup kartu kredit yang masih terbuka hanya karena jarang digunakan, selama gak ada alasan kuat untuk menutupnya. Kartu yang tidak digunakan tetap dapat menambah total limit kredit yang tersedia, sementara usia akun juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi skor.

Kalau kamu kurang nyaman menggunakan kartu kredit, kamu bisa memperlakukannya seperti kartu debit dengan langsung membayar transaksi yang sudah masuk. Dengan begitu, kamu tetap membangun riwayat penggunaan kredit tanpa harus membiarkan utang menumpuk.

Pada akhirnya, skor kredit yang bagus gak hanya berguna bagi kamu yang sedang mencari pinjaman. Rekam jejak tersebut bisa memberikan fleksibilitas ketika menghadapi keadaan darurat, berpotensi membantu mengurangi biaya tertentu, dan membuatmu lebih siap ketika membutuhkan layanan finansial di masa depan.

Hal terpenting, kamu gak perlu sengaja mengambil utang hanya demi mengejar skor tinggi. Cukup biasakan membayar kewajiban tepat waktu dan menggunakan kredit secara bertanggung jawab agar kondisi finansialmu tetap sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article