Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cash Pooling: Pengertian, Keuntungan dan Jenis-Jenisnya

Cash Pooling: Pengertian, Keuntungan dan Jenis-Jenisnya
Pexels.com/Anna Shvets

Delapan bulan memasuki pandemi global, likuiditas dan uang tunai tetap menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan multinasional. Sebab, di masa ini, perusahaan menghadapi ketidakpastian mengenai bentuk dan waktu pemulihan ekonomi.

Hal tersebut menjadikan ini waktu yang tepat untuk memeriksa kembali alat manajemen likuiditas penting yang telah ada selama beberapa dekade tetapi selalu membutuhkan evaluasi yang cermat sebelum implementasi: pengumpulan kas.

Uji tuntas lebih lanjut dilakukan dalam perubahan pajak dan peraturan yang diberikan dalam beberapa tahun terakhir. Ini dapat membawa pengawasan lebih terhadap tujuan struktur kumpulan kas perusahaan dan mempengaruhi kemampuan bank untuk menawarkan layanan kumpulan uang tunai.

Untuk mengetahui apa itu cash pooling secara lengkap, simak penjelasan lebih lanjut di bawah ini. 

1. Pengertian cash pooling

ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Karolina Grabowska)

Menurut kamus keuangan, penyimpanan persediaan uang layak edar (ULE) bank-bank yang tidak terserap oleh bank lainnya dalam suatu wilayah tertentu. Uang tersebut merupakan milik Bank Indonesia dan akan diredistribusikan kembali kepada bank-bank baik dalam wilayah yang sama maupun wilayah lainnya.

Pengumpulan uang ditentukan atau cash pooling adalah alat manajemen kas jangka pendek yang tujuannya adalah untuk menghilangkan kas menganggur dan mengurangi cerukan di antara operasi anak perusahaan yang memiliki posisi kas harian yang bervariasi. Ada dua pendekatan: fisik dan nasional.

Dengan kata lain, cash pooling adalah teknik manajemen kas terpusat yang digunakan oleh perusahaan atau sekelompok perusahaan untuk 'mengumpulkan' saldo kas bersama-sama untuk menghemat biaya. Karena hanya satu saldo yang diperoleh untuk setiap bank tempat perusahaan atau sekelompok perusahaan beroperasi, perusahaan dapat mengelola beban bunga dan saldo rekening dengan lebih efektif.

Teknik ini biasanya dipakai oleh perusahaan multinasional yang mengatur manajemen kas dari anak perusahaannya secara terpusat. Dengan diberlakukannya sistem cash pooling ini, perusahaan yang beroperasi akan lebih fokus pada pengelolaan biaya operasional untuk modal kerja, termasuk mengelola likuiditas operasional dan investasi non strategis (jangka pendek).

2. Keuntungan cash pooling

Pexels.com/perfecto-capucine-515848
Pexels.com/perfecto-capucine-515848

  • Memudahkan perusahaan dalam mengelola likuiditas keuangannya dan pengambilan keputusan strategis di bidang keuangan.
  • Mempercepat pemindahan dana dari sub rekening ke rekening utama (speed-up cash pooling).
  • Optimalisasi return sesuai instrumen yang dipilih oleh nasabah.
  • Meminimalisir biaya penanganan operasional.
  • Memperoleh pendapatan bunga yang lebih tinggi.
  • Pengurangan biaya perbankan
  • Pengurangan kebutuhan pembiayaan dengan mengimbangi rekening debit dengan rekening kredit menghindari over-financing
  • Optimalisasi sumber daya keuangan: ketersediaan dana yang lebih besar dihindari dengan saldo yang tersebar di seluruh akun
  • Daya tawar yang lebih besar dengan bank
  • Retribusi yang lebih besar dari perbendaharaan
  • Antisipasi dan manajemen risiko yang lebih baik

Cash-pools dapat meningkatkan manajemen risiko secara efektif karena kemudahan memantau perubahan suku bunga. Namun, ini lebih kompleks di tingkat internasional karena perbedaan mata uang, proses perbankan, peraturan hukum dan fiskal. Namun demikian, kumpulan kas internasional dapat dicapai melalui pembuatan akun dalam mata uang yang berbeda untuk menghindari kerugian melalui valuta asing.

Meskipun demikian, ketika merancang sistem cash-pool, perbendaharaan harus mempertimbangkan aspek-aspek seperti peraturan hukum dan fiskal yang berlaku di negara asal dan tujuan dana (misalnya revisi peraturan sebagaimana disyaratkan oleh Bank-bank yang ada di Indonesia, pemotongan , pajak internasional ganda, perlakuan bunga pinjaman antar perusahaan, dan lain-lainnya). Desain sistem juga harus mempertimbangkan isu-isu seperti, jika tidak kalah pentingnya, pilihan personel yang mengarahkan pengelolaannya, pembatasan kekuasaannya, jumlah bank dan rekening yang terlibat, dan komunikasi antar bank.

Karena direksi anak perusahaan secara langsung mempengaruhi kompetensi sistem cash-pooling yang dirancang. Demikian juga, praktik pengumpulan kas mungkin memerlukan lebih banyak tanggung jawab untuk administrator anak perusahaan karena potensi kerugian yang ditimbulkan oleh penandatanganan dan pelaksanaan kontrak kumpulan kas.

3. Jenis-jenis cash pooling

pexels.com/ Pixabay
pexels.com/ Pixabay

Sebagaimana yang dikutip dari laman Datalog Finance, ada dua jenis pengumpulan atau cash polling yang menjadi bentuk yang menggambarkan strategi dalam peran uang perusahaan yaitu:

1. Pengumpulan kas nasional

Versi sederhana dari cash pool, cash pooling nosional menyiratkan bahwa semua akun grup beroperasi secara independen dan mengelola jalur kreditnya sendiri. Jenis cash pooling ini kemudian akan menggabungkan akun masing-masing anak perusahaan, tanpa mengumpulkan uang tunai atau dokumen. Keuntungan utama dari metode ini adalah bahwa setiap entitas konstituen perusahaan tetap independen dalam grup.

2. Pengumpulan Tunai Saldo Nol

Atau jenis pengumpulan uang ini membutuhkan penguasaan akunnya (dan ZBA – Akun Saldo Nol). Pengumpulan kas "saldo nol" memungkinkan untuk memusatkan semua arus kas grup pada satu akun, kemudian untuk melihat dan memeriksa semua kondisi perbendaharaan setiap anak perusahaan dan perusahaan induk.

Untuk melakukan ini, perusahaan akan meminta banknya untuk membuat akun internal. Akun-akun ini kemudian akan digabungkan secara sintetis di akun utama. Dalam hal ini, kedua mitra akan meninjau perjanjian mereka pada jalur kredit.

Sebenarnya istilah cash pooling sudah tidak asing didengar oleh sebagian orang, karena bank-bank nasional di Indonesia gencar mempromosikan produk mereka untuk mengaet perusahan-perusahan multinasional bekerjasama dengan mereka. Untuk kamu yang berisap memulai bisnis, ada baiknya juga kamu mengetahui istilah ini. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
Rinda Faradilla
3+
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Apakah Emas Digital Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya

04 Apr 2026, 09:50 WIBBusiness