Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gagal Penuhi Syarat Keuangan, Proyek Menara Trump di Australia Batal

Gagal Penuhi Syarat Keuangan, Proyek Menara Trump di Australia Batal
ilustrasi Gold Coast Australia (pexels.com/Brian Crisp)
Intinya Sih
  • Trump Organization membatalkan proyek menara senilai 1,5 miliar dolar Australia di Gold Coast setelah kurang dari tiga bulan penandatanganan kesepakatan awal dengan Altus Property Group.
  • Pihak Trump Organization menuding pengembang lokal gagal memenuhi kewajiban keuangan dasar, sementara mereka membantah isu bahwa citra merek menjadi penyebab utama pembatalan proyek tersebut.
  • Altus Property Group menyebut penurunan citra merek Trump dan ketidaksepakatan pembagian keuntungan sebagai alasan perpisahan, namun memastikan proyek tetap berjalan dengan menggandeng merek mewah lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Trump Organization resmi membatalkan rencana pembangunan gedung pencakar langit pertamanya di Australia pada Rabu (13/5/2026). Proyek properti bernilai 1,5 miliar dolar Australia (Rp18,97 triliun) ini dihentikan kurang dari tiga bulan setelah kesepakatan awal ditandatangani.

Penghentian proyek ini diwarnai perbedaan pendapat antara pihak Trump Organization dan mitra pengembang lokalnya, Altus Property Group. Keduanya memiliki versi berbeda terkait alasan utama batalnya pembangunan gedung yang awalnya diproyeksikan menjadi yang tertinggi di Australia tersebut.

1. Rencana awal fasilitas dan spesifikasi gedung

Potret Pantai Surfers Paradise, di Queensland, Australia. (unsplash.com/City of Gold Coast)
Potret Pantai Surfers Paradise, di Queensland, Australia. (unsplash.com/City of Gold Coast)

Kerja sama lisensi ini disepakati pada Februari 2026. Rencananya, proyek bernama Trump International Hotel & Tower Gold Coast itu akan dibangun setinggi 91 lantai (335 meter) di kawasan Surfers Paradise, Gold Coast, Queensland.

Gedung tersebut dirancang untuk memiliki fasilitas lengkap, termasuk hotel mewah berkapasitas 285 kamar, pusat perbelanjaan, restoran, serta apartemen tempat tinggal. Pembangunan awalnya dijadwalkan mulai pada Agustus 2026. Rencana ini juga sempat dipromosikan oleh Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization, Eric Trump, melalui media sosial sebelum akhirnya seluruh informasi proyek dihapus dari situs web resmi perusahaan.

2. Pihak Trump Organization sebut pengembang lokal gagal penuhi syarat keuangan

Terkait pembatalan ini, Trump Organization menyatakan bahwa mitra lokal mereka tidak bisa memenuhi kewajiban keuangan yang telah disepakati. Mereka juga membantah anggapan bahwa penurunan citra merek Trump menjadi penyebab batalnya proyek tersebut.

"Setelah berbulan-bulan berunding tanpa hasil yang pasti, Altus Property Group tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan paling dasar yang harus dibayar saat penandatanganan perjanjian," kata Direktur Operasi Eksekutif dan Komunikasi Trump Organization, Kimberly Benza, diansir BBC.

Pihak Trump Organization menilai alasan isu global yang dilontarkan oleh pengembang lokal tidak memiliki dasar yang kuat.

"Tindakan pihak pengembang yang menyalahkan peristiwa dunia tertentu atas batalnya perjanjian ini hanyalah cara untuk mengalihkan perhatian dari kelalaian dan kegagalan mereka sendiri," tambah Benza.

3. Pengembang lokal singgung isu citra merek dan pembagian keuntungan

ilustrasi Gold Coast
ilustrasi Gold Coast, Australia

Di sisi lain, CEO Altus Property Group, David Young, menyatakan bahwa citra merek Trump Organization yang menurun akibat kondisi politik dunia menjadi alasan utama perpisahan ini. Ia mengaku hubungan dengan keluarga Trump tetap baik dan menegaskan bahwa proyek di lokasi tersebut akan tetap berjalan dengan menggandeng merek mewah lain.

"Dengan adanya situasi global seperti konflik Iran dan lainnya, merek Trump menjadi kurang diminati di Australia. Ini bukan soal kami tidak memenuhi kewajiban, tetapi karena ada pilihan merek lain untuk kami, dan proyek ini akan tetap berjalan," kata David Young, dilansir Nikkei Asia.

Sementara itu, Wali Kota Gold Coast, Tom Tate, mengungkapkan adanya faktor ketidaksepakatan terkait bisnis di antara kedua perusahaan.

"Trump Organization meminta bagian keuntungan yang jauh lebih besar untuk merek mereka, baik dari sisi pendanaan, pengelolaan, maupun persentase laba," kata Tom Tate.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Latest in Business

See More