Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Saham Lapis 3? Kenali Ciri, Risiko, dan Karakternya
ilustrasi saham (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Saham lapis 3 adalah saham berkapitalisasi pasar kecil, umumnya di bawah Rp500 miliar, dan tidak otomatis mencerminkan kinerja perusahaan yang buruk.
  • Harga per lembarnya dapat sangat rendah hingga Rp50, tetapi harga murah bukan satu-satunya ukuran valuasi; investor perlu menilai kondisi keuangan dan prospek bisnis.
  • Likuiditas rendah membuat pergerakan harga lebih fluktuatif dan risikonya tinggi; pemeriksaan fundamental, utang, arus kas, serta keterbukaan informasi diperlukan sebelum membeli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat kamu yang baru belajar investasi saham, istilah saham lapis 3 mungkin masih terdengar asing. Padahal, kelompok saham ini cukup sering menjadi perhatian investor karena harga per lembarnya bisa sangat rendah, bahkan ada yang berada di level gocap. Lantas, apa itu saham lapis 3 dan kenapa saham seperti ini perlu diperhatikan sebelum dibeli?

Saham lapis 3 merupakan kelompok saham dengan kapitalisasi pasar kecil yang umumnya berada di bawah Rp500 miliar. Pergerakan harganya juga cenderung lebih agresif dibandingkan saham berkapitalisasi besar. Karena itu, memahami karakteristik dan risikonya penting agar kamu tidak sekadar tergiur harga saham yang murah.

1. Saham lapis 3 punya kapitalisasi pasar kecil

ilustrasi saham (unsplash.com/PiggyBank)

Saham lapis 3 atau third liner adalah saham perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar relatif kecil. Secara umum, saham dalam kategori ini memiliki kapitalisasi pasar di bawah Rp500 miliar.

Kapitalisasi pasar sendiri merupakan nilai keseluruhan saham perusahaan yang beredar di pasar. Sederhananya, nilai ini dapat menggambarkan seberapa besar ukuran sebuah perusahaan jika dilihat dari nilai sahamnya di bursa.

Karena ukuran perusahaannya relatif kecil, saham lapis 3 biasanya tidak memiliki nilai kapitalisasi sebesar saham lapis 1 atau blue chip. Kondisi tersebut membuat karakter perdagangan sahamnya juga berbeda.

Namun, perlu dipahami bahwa istilah lapis 3 bukan berarti perusahaan tersebut pasti memiliki kinerja buruk. Ada perusahaan kecil yang memiliki peluang pertumbuhan, tetapi ada pula yang mempunyai fundamental dan prospek yang perlu dicermati lebih dalam.

2. Harga sahamnya bisa sangat murah

ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.)

Salah satu ciri yang sering melekat pada saham lapis 3 adalah harga per lembar yang rendah. Beberapa saham bahkan dapat diperdagangkan pada level gocap atau Rp50 per lembar, yang merupakan batas harga saham terendah dalam perdagangan normal di Bursa Efek Indonesia.

Harga yang murah inilah yang sering membuat saham lapis 3 menarik perhatian investor. Dengan modal relatif kecil, kamu sudah bisa membeli sejumlah lembar saham dalam jumlah yang cukup banyak.

Meski begitu, jangan langsung menganggap saham berharga Rp50 sebagai saham yang pasti murah secara valuasi. Harga per lembar tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya patokan untuk menentukan apakah sebuah saham murah atau mahal. Kamu tetap perlu melihat kondisi perusahaan, laporan keuangan, prospek bisnis, serta faktor lain yang memengaruhi nilai saham tersebut.

3. Pergerakan harganya cenderung lebih fluktuatif

ilustrasi saham (pexels.com/StockRadars Co.)

Saham lapis 3 umumnya memiliki aktivitas perdagangan yang lebih rendah dibandingkan saham dengan kapitalisasi pasar besar. Jumlah transaksi dan volume perdagangan yang terbatas dapat membuat harga saham bergerak cukup cepat ketika ada perubahan permintaan dan penawaran.

Kondisi ini membuat saham lapis 3 berpotensi mengalami kenaikan harga dalam waktu singkat. Namun, penurunan tajam juga bisa terjadi ketika banyak investor melakukan penjualan.

Karena itu, kamu perlu berhati-hati dengan volatilitas ketika mempertimbangkan saham jenis ini. Jangan hanya melihat kenaikan harga dalam beberapa hari lalu langsung ikut membeli tanpa memahami alasan di balik pergerakannya. Likuiditas juga penting diperhatikan. Ketika transaksi relatif sepi, kamu mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menjual saham pada harga yang diinginkan.

4. Risikonya lebih tinggi dan perlu riset lebih dalam

ilustrasi investor (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Potensi keuntungan yang besar biasanya berjalan beriringan dengan risiko yang juga tinggi. Saham lapis 3 membutuhkan analisis yang lebih teliti karena informasi, likuiditas, dan kinerja perusahaan bisa berbeda jauh dibandingkan perusahaan berkapitalisasi besar.

Sebelum membeli, kamu bisa memeriksa laporan keuangan, pertumbuhan pendapatan, tingkat utang, arus kas, hingga rencana bisnis perusahaan. Perhatikan juga riwayat perdagangan saham dan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah pergerakan harga yang tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental perusahaan. Kenaikan harga yang terlalu cepat tanpa didukung kinerja bisnis yang sejalan dapat meningkatkan risiko ketika sentimen pasar berubah. Jadi, jangan membeli saham lapis 3 hanya karena harganya murah atau sedang ramai dibicarakan. Pastikan keputusan investasi dibuat berdasarkan analisis dan sesuai dengan profil risiko kamu.

Jadi, apa itu saham lapis 3? Saham lapis 3 adalah kelompok saham dengan kapitalisasi pasar kecil, umumnya di bawah Rp500 miliar, yang harga per lembarnya bisa sangat rendah hingga berada di level gocap.

Saham seperti ini memang menawarkan peluang, tetapi risikonya juga perlu diperhitungkan. Sebelum membeli, lakukan riset terhadap fundamental perusahaan, likuiditas, dan pergerakan harganya agar keputusan investasi kamu tidak hanya didasarkan pada harga saham yang terlihat murah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article