ilustrasi investor (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Potensi keuntungan yang besar biasanya berjalan beriringan dengan risiko yang juga tinggi. Saham lapis 3 membutuhkan analisis yang lebih teliti karena informasi, likuiditas, dan kinerja perusahaan bisa berbeda jauh dibandingkan perusahaan berkapitalisasi besar.
Sebelum membeli, kamu bisa memeriksa laporan keuangan, pertumbuhan pendapatan, tingkat utang, arus kas, hingga rencana bisnis perusahaan. Perhatikan juga riwayat perdagangan saham dan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan.
Hal lain yang perlu diwaspadai adalah pergerakan harga yang tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental perusahaan. Kenaikan harga yang terlalu cepat tanpa didukung kinerja bisnis yang sejalan dapat meningkatkan risiko ketika sentimen pasar berubah. Jadi, jangan membeli saham lapis 3 hanya karena harganya murah atau sedang ramai dibicarakan. Pastikan keputusan investasi dibuat berdasarkan analisis dan sesuai dengan profil risiko kamu.
Jadi, apa itu saham lapis 3? Saham lapis 3 adalah kelompok saham dengan kapitalisasi pasar kecil, umumnya di bawah Rp500 miliar, yang harga per lembarnya bisa sangat rendah hingga berada di level gocap.
Saham seperti ini memang menawarkan peluang, tetapi risikonya juga perlu diperhitungkan. Sebelum membeli, lakukan riset terhadap fundamental perusahaan, likuiditas, dan pergerakan harganya agar keputusan investasi kamu tidak hanya didasarkan pada harga saham yang terlihat murah.