ilustrasi saham (pexels.com/www.kaboompics.com)
Beberapa aplikasi sekuritas menyediakan sistem perdagangan daring syariah atau Sharia Online Trading System (SOTS). Platform seperti ini dirancang untuk membantu investor melakukan transaksi saham sesuai dengan ketentuan syariah.
Selain SOTS, sejumlah aplikasi perdagangan saham juga memiliki fitur stock screener untuk menyaring saham berdasarkan indeks tertentu. Misalnya, kamu bisa memilih saham yang masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) atau Jakarta Islamic Index (JII).
Fitur penyaringan ini membuat pencarian saham syariah menjadi lebih mudah karena kamu bisa langsung melihat kelompok saham yang sudah dikategorikan sesuai indeks syariah. Namun, jangan hanya mengandalkan indeks ketika memilih saham.
Tetap lakukan riset terhadap kinerja perusahaan, laporan keuangan, prospek bisnis, valuasi, serta risiko investasinya. Status syariah merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan, bukan satu-satunya dasar untuk membeli saham.
Cara mengecek saham syariah sebenarnya gak sulit. Kamu bisa memulainya dari Daftar Efek Syariah (DES) terbaru di situs resmi OJK atau BEI, memakai Sharia Mode di IDX Mobile, mengecek kode saham melalui situs khusus, atau menggunakan aplikasi sekuritas yang menyediakan fitur SOTS dan penyaring saham syariah.
Sebelum membeli, pastikan informasi yang kamu gunakan masih terbaru karena daftar efek syariah dapat diperbarui secara berkala. Dengan begitu, kamu bisa memilih saham dengan lebih tenang sekaligus menyesuaikannya dengan prinsip investasi yang kamu pegang.