Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bisakah Mengajukan Pinjaman ke Bank Saat Masih Memiliki Cicilan?
ilustrasi uang (pexels.com/https://kaboompics.com/)
  • Nasabah tetap dapat mengajukan pinjaman baru meski masih mencicil, selama riwayat pembayaran baik dan rasio keuangan dinilai sehat oleh bank.
  • Bank menilai total angsuran terhadap pendapatan bersih, dengan kisaran sehat sekitar 30–40 persen; tunggakan cicilan lama dapat memperbesar peluang penolakan.
  • Top up kredit dapat menyatukan kewajiban menjadi satu angsuran, sementara agunan tambahan atau penghasilan baru yang valid dapat memperkuat pengajuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengajukan pinjaman baru ke bank ketika masih memiliki kewajiban cicilan yanf berjalan sebetulnya menjadi hal yang kerap terjadi pada nasabah dan hal tersebut sangat memungkinkan. Pihak bank sebetulnya tidak akan melarang pengajuan kredit yang dilakukan secara berulang selama kamu memang memiliki riwayat pembayaran yang baik dan juga rasio keuangan yang dianggap sehat.

​Proses persetujuan kredit tambahan yang dilakukan biasanya akan melewati tahap analisis risiko dengan proses yang dianggap jauh lebih ketat jika dibandingkan dengan pengajuan pinjaman saat pertama kalinya. Pemahaman terkait kriteria kelayakan perbankan tentu dapat membantumu dalam mengukur peluang, sehingga permohonan kredit baru dapat disetujui tanpa berporensi mengganggu kestabilan keuangan harian.

1. Menjaga rasio kemampuan membayar angsuran bulanan

ilustrasi uang (pexels.com/olia danilevich)

Bank biasanya tetap akan menghitung rasio utang dari pendapatan bersihmu untuk memastikan bahwa total dari seluruh angsuran tidak akan melebihi batas aman yang sudah ditentukan. Batas maksimal dari akumulasi cicilan yang dinilai sehat oleh lembaga keuangan semestinya dapat berada pada kisaran sekitar tiga puluh hingga empat puluh persen dari total penghasilan yang diperoleh setiap bulannya.

​Jika gabungan dari nilai cicilan lama dan usulan pinjaman baru masih di bawah batas yang sudah diperhitungkan, maka artinya peluang permohonanmu bisa saja akan langsung disetujui. Sebaliknya, jika ternyata pendapatan yang dimiliki tidak mencukupi untuk bisa menopang dua angsuran secara bersamaan, maka hal ini akan membuat bank menolak pengajuan tersebut demi mencegah risiko terjadinya gagal bayar.

​2. Memiliki rekam jejak kolektibilitas kredit yang bersih

ilustrasi uang (pexels.com/Alex P)

Riwayat pembayaran dari setiap angsuran yang sedang berjalan atau yang sudah selesai ternyata bisa menjadi cerminan utama terkait tingkat kedisiplinanmu di mata pigak bank. Pihak perbankan akan mulai memeriksa sistem informasi keuangan agar bisa memastikan bahwa kamu memang tidak pernah mengalami adanya kendala, seperti keterlambatan pembayaran cicilan di masa lalu.

​Kolektibilitas kredit yang selalu berada di status lancar ternyata akan meningkatkan kepercayaan bank dalam mengucurkan dana pinjaman yang ideal. Jika kamu justru sering menunggak pada cicilan lama, maka bank tidak akan ragu dalam menolak permohonan kredit baru yang nantinya akan kamu ajukan.

3. Mengajukan fasilitas top up atau suplesi kredit

ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Fasilitas top up ternyata kerap dianggap sebagai pilihan opsi paling praktis untuk para nasabah yang tertarik dalam menambah plafon pinjaman untuk fasilitas kredit yang sedang aktif berjalan saat ini. Melalui mekanisme yang tersedia, maka sisa pokok utang lamanu bisa segera dilunasi secara otomatis dengan menggunakan sebagian dari pencairan dana pinjaman yang baru.

​Langkah ini tentu bisa membantu agar kamu tidak perlu menanggung dua jenis angsuran yang berbeda karena seluruh kewajiban yang ada telah disatukan dalam satu skema pembayaran, sehingga sistemnya akan lebih efisien. Cara ini dinilai sangat efektif untuk mempermudah pengelolaan angsuran bulanan dan membantumu dalam memperoleh tambahan dana tunai yang mungkin diperlukan di kemudian hari.

​4. Memiliki agunan tambahan atau sumber penghasilan baru

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Menyerahkan jaminan atau agunan yang memiliki nilai tinggi ternyata kerap menjadi opsi terbaik dalam menguatkan posisi pengajuan kredit kedua pada pihak bank. Adanya jaminan yang sesuai tentu dianggap dapat memberikan kepastian bagi pihak bank bahwa risiko dari kerugian pinjaman bisa diminimalkan apabila sampai terjadi kendala pembayaran di kemudian hari.

​Adanya peningkatan kapasitas penghasilan dari sumber lain ternyata bisa menjadi cara untuk disetujuinya fasilitas pinjaman baru yang diajukan. Bukti pendapatan tambahan yang dinilai valid dan dapat dipertanggungjawabkan seolah dapat meyakinkan tim penilai bahwa kamu memang sanggup dalam melunasi seluruh kewajiban hingga tenor berakhir.

​Mengajukan pinjaman bank ketika masih menanggung angsuran jelas membutuhkan perhitungan kapasitas finansial yang matang agar tidak sampai terjadi krisis keuangan pribadi. Dengan memastikan rekam jejak pembayaran selalu dalam kondisi bersih dan memperhitungkan beban rasio cicilan sesuai kemampuan, maka kamu bisa memperoleh persetujuan kredit tambahan dengan cara yang lebih aman. Selalu hitung kembali rasio kemampuan bayar yang kamu miliki sebelum mengajukan pinjaman baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article