Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BRI Bina UMKM Hijasmita, Angkat Motif Lokal ke Pasar Global

BRI Bina UMKM Hijasmita, Angkat Motif Lokal ke Pasar Global
Hijasmita, jenama fesyen asal Jakarta Timur yang mengusung desain hijab modern bernuansa lokal. (dok. BRI)
Intinya Sih
5W1H
  • BRI terus memperkuat kapasitas UMKM lewat program pembinaan, salah satunya Hijasmita, brand hijab asal Jakarta Timur yang mengangkat ornamen lokal Indonesia dalam desain modern.
  • Hijasmita berkembang pesat setelah mengikuti program BRIncubator BRI 2023, memperoleh pendampingan intensif di bidang pemasaran, branding, digitalisasi, dan keuangan untuk memperluas pasar hingga luar negeri.
  • BRI berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dengan membina 54 Rumah BUMN dan lebih dari 18 ribu pelatihan bagi UMKM agar makin kompetitif di pasar nasional maupun global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pembinaan. Salah satu penerima manfaatnya adalah Hijasmita, jenama fesyen asal Jakarta Timur yang mengusung desain hijab modern bernuansa lokal.

Hijasmita didirikan Mita pada awal 2019 setelah ia memutuskan resign dari pekerjaannya pada akhir 2018. Ia melihat tren hijab printing yang tengah berkembang, namun memilih membangun diferensiasi dengan mengangkat ornamen lokal Indonesia sebagai identitas brand.

1. Produk Hijasmita berfokus pada scarf

WhatsApp Image 2026-03-03 at 12.11.56 PM.jpeg
Hijasmita, jenama fesyen asal Jakarta Timur yang mengusung desain hijab modern bernuansa lokal. (dok. BRI)

Nama Hijasmita diambil dari nama Asmita dan dimaknai sebagai simbol hijrah atau perubahan. Filosofi tersebut merepresentasikan perjalanan Mita dari karyawan menjadi wirausaha. Produk Hijasmita berfokus pada scarf yang dapat dikreasikan menjadi hijab, outer, waspina, hingga turunan seperti pouch dan scrunchie. Dalam proses produksi, Mita menerapkan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan sisa kain agar tidak terbuang.

Scarf itu sangat fleksibel, tidak hanya sebagai hijab, tetapi juga bisa menjadi outer, waspina, hingga diolah dari sisa kainnya. Saya ingin setiap bahan yang diproduksi tetap dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia,” ujar Mita.

Ciri khas Hijasmita terletak pada motif yang mengangkat ornamen lokal, khususnya Jakarta seperti gigi balang, langkan, padi, serta flora Nusantara yang diterjemahkan dalam desain modern. Produk Hijasmita telah tampil di berbagai pameran, masuk department store, menjalin kemitraan hingga Bali, serta menembus pasar internasional seperti Korea dan Malaysia.

2. Ikuti BRIncubator BRI

WhatsApp Image 2026-03-03 at 12.11.57 PM (2).jpeg
Hijasmita, jenama fesyen asal Jakarta Timur yang mengusung desain hijab modern bernuansa lokal. (dok. BRI)

Perkembangan usaha Hijasmita semakin terarah setelah Mita bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta dan mengikuti program BRIncubator BRI pada 2023. Melalui program tersebut, ia mendapatkan pendampingan intensif untuk memperkuat aspek pemasaran, branding, digitalisasi, hingga pengelolaan keuangan.

“Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari,” kata Mita.

Dari proses evaluasi selama program, Mita memutuskan untuk lebih fokus mengembangkan produk outer yang dinilai memiliki pasar lebih luas, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi ciri utama brand. Selain peningkatan kapasitas bisnis, Mita juga memanfaatkan jejaring yang diperoleh melalui berbagai pameran yang difasilitasi BRI untuk memperluas akses pasar.

3. Komitmen BRI dukung UMKM

WhatsApp Image 2026-03-03 at 12.11.57 PM (1).jpeg
Hijasmita, jenama fesyen asal Jakarta Timur yang mengusung desain hijab modern bernuansa lokal. (dok. BRI)

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Menurutnya, pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN serta menyelenggarakan lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Hijasmita jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah,” pungkasnya. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridho Fauzan
EditorRidho Fauzan
Follow Us

Latest in Business

See More