Perubahan cara pandang tersebut kemudian memengaruhi berbagai aspek pengelolaan Kingkaf. Melalui pelatihan digitalisasi, manajemen keuangan, permodalan, legalitas produk, serta keikutsertaan dalam bazar dan kegiatan pemasaran, Ika mulai membangun bisnisnya dengan fondasi yang lebih kuat.
Baginya, Rumah BUMN BRI Semarang juga menghadirkan sesuatu yang tidak kalah penting, yaitu lingkungan yang membuat pelaku UMKM dapat tumbuh bersama. “Di Rumah BUMN BRI Semarang, kami dapat saling mendukung, bertukar pengalaman, dan membuka peluang kolaborasi. Jadi, bukan hanya belajar mengenai bisnis, tetapi juga bertumbuh bersama pelaku UMKM lainnya,” katanya.
Bekal pengetahuan, akses layanan, dan jejaring tersebut membantu Kingkaf memasuki tahap pertumbuhan berikutnya. Dari basis produksi di Semarang dengan melibatkan 12 tenaga kerja, Kingkaf kini memasarkan produknya melalui situs resmi e-commerce unggulan Indonesia.
Pasarnya pun tidak lagi terbatas di dalam negeri. Produk Kingkaf telah menjangkau Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Selandia Baru, hingga Hong Kong. Capaian itu menunjukkan bahwa produk yang berangkat dari potensi petani lokal dapat memperoleh tempat di pasar internasional ketika dikembangkan melalui inovasi dan pengelolaan usaha yang konsisten.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa besarnya potensi produk lokal untuk tumbuh dan menjangkau pasar global perlu ditopang oleh dukungan yang menyeluruh, mulai dari akses keuangan, penguatan legalitas, pemanfaatan teknologi digital, perluasan jejaring, hingga pembukaan akses pasar.
“Melalui program pemberdayaan Rumah BUMN, BRI menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas, bertukar pengalaman, dan membuka peluang kolaborasi. Ekosistem ini diharapkan dapat membantu UMKM membangun fondasi usaha yang lebih kuat agar mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM turut menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya. Seiring meningkatnya skala usaha dan kapasitas produksi, UMKM dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal. (WEB)