Dorong Hunian Terjangkau, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp17,13 Triliun

- BRI menyalurkan KPR subsidi senilai Rp17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur sebagai dukungan terhadap program perumahan nasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
- Program ini tidak hanya memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor konstruksi, bahan bangunan, tenaga kerja, dan UMKM sekitar kawasan hunian.
- Dengan jaringan luas di seluruh Indonesia, BRI terus mengoptimalkan pembiayaan perumahan agar akses kepemilikan hunian semakin merata dan mendukung program strategis pemerintah.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS). Hingga Maret 2026, BRI telah menyalurkan KPRS sebesar Rp17,13 triliun kepada lebih dari 125 ribu debitur.
1. Salurkan Rp17,13 triliun untuk lebih dari 125 ribu debitur

Penyaluran KPR subsidi ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menyediakan akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan perumahan di berbagai daerah.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyampaikan bahwa BRI terus memperkuat dukungan terhadap program perumahan nasional melalui pembiayaan KPR subsidi.
“Penyaluran KPR subsidi mencerminkan komitmen BRI dalam memperluas akses perumahan bagi masyarakat. BRI memandang pembiayaan perumahan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai wilayah. Melalui langkah ini, BRI berupaya menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian,” ujar Aris.
2. Dorong pertumbuhan ekonomi di sektor pendukung

Selain membuka akses kepemilikan rumah, pembangunan kawasan perumahan juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian. Aktivitas ini mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, hingga logistik.
Tak hanya itu, keberadaan kawasan hunian juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM yang berkembang di sekitarnya, sehingga turut memperkuat ekonomi lokal.
3. Jaringan luas BRI perluas akses pembiayaan

Aris menegaskan bahwa jaringan BRI yang tersebar luas menjadi faktor kunci dalam memperluas jangkauan pembiayaan perumahan hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Didukung jaringan yang luas dan terintegrasi, BRI akan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan perumahan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah. Upaya ini diarahkan untuk memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus memastikan akses yang lebih merata di berbagai daerah,” pungkas Aris.
Penyaluran KPR subsidi ini juga menjadi bagian dari sinergi BRI dalam mendukung program strategis pemerintah, sekaligus memperkuat akses kepemilikan hunian yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat. (WEB)


















