Jakarta, IDN Times – Pasar saham Korea Selatan (Korsel) mengalami guncangan hebat sepanjang bulan lalu usai nilai kapitalisasi pasarnya merosot hingga 2,18 triliun dolar AS (sekitar Rp39,31 kuadriliun). Indeks acuan KOSPI sempat terperosok hingga 12,6 persen sebelum ditutup melemah 6 persen, memangkas hampir 40 persen nilainya dari rekor tertinggi akibat surutnya gairah investor pada saham chip berbasis akal imitasi (AI).
Namun, bursa Korsel secara mengejutkan berbalik melesat tajam pada Jumat (31/7/2026). Indeks KOSPI melonjak 14 persen sekaligus mencetak rekor kenaikan harian terbesar sepanjang sejarah berkat pemulihan drastis saham SK Hynix dan Samsung Electronics.
“Pasar saham Korea telah diperdagangkan seolah-olah memiliki gangguan bipolar, berayun dari panik ke euforia hampir dalam semalam,” kata Jung In Yun dari Fibonacci Asset Management, dikutip CNBC.
Ia menambahkan, lonjakan tersebut tampak seperti pembalikan arah secara mendadak dari aksi jual masif yang sebelumnya sangat padat.
