Saham yang rutin membagikan dividen sering menarik perhatian investor karena menawarkan potensi pendapatan di luar kenaikan harga saham. Semakin tinggi imbal hasil dividen atau dividend yield, semakin besar pula pendapatan yang terlihat dapat diperoleh dari modal yang kita tanamkan. Namun, angka yang menggiurkan tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi perusahaan yang sehat.
Dalam investasi saham, ada istilah dividend trap untuk menggambarkan situasi ketika imbal hasil dividen terlihat tinggi, tetapi menyimpan risiko yang dapat merugikan investor. Kondisi ini bisa terjadi ketika harga saham anjlok, kemampuan perusahaan menghasilkan laba melemah, atau pembagian dividen tidak dapat dipertahankan. Sebelum membeli saham, ada beberapa cara menilai saham dividen agar tidak terjebak dividend trap.
