5 Saham Industri yang Bisa Terdampak oleh Belanja Infrastruktur AS

- Belanja infrastruktur AS berpotensi meningkatkan permintaan alat berat, material, layanan konstruksi, serta penyewaan peralatan untuk proyek jalan, jembatan, jaringan listrik, dan fasilitas publik.
- Caterpillar, Vulcan Materials, Quanta Services, Fluor, dan United Rentals memiliki keterkaitan bisnis berbeda dengan proyek infrastruktur, dari pemasokan alat dan bahan hingga rekayasa serta jasa jaringan listrik.
- Manfaat belanja pemerintah tidak otomatis menaikkan saham; realisasi proyek, biaya operasional, suku bunga, persaingan, nilai kontrak, kinerja keuangan, dan valuasi tetap menentukan dampaknya.
Belanja infrastruktur Amerika Serikat dapat membuka peluang bisnis bagi perusahaan yang memasok alat berat, bahan bangunan, hingga layanan konstruksi. Ketika pemerintah mengalokasikan dana untuk memperbaiki jalan, jembatan, jaringan listrik, dan fasilitas publik, sejumlah perusahaan industri berpotensi menerima tambahan permintaan. Kondisi ini membuat saham perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut menarik untuk diperhatikan investor.
Namun, peningkatan belanja pemerintah tidak otomatis membuat semua saham terkait infrastruktur mengalami kenaikan. Dampaknya bergantung pada jenis proyek, realisasi anggaran, biaya operasional perusahaan, serta ekspektasi pasar yang sudah tercermin dalam harga saham. Berikut lima saham industri AS yang bisnisnya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.
1. Caterpillar (CAT), pemasok alat berat untuk proyek konstruksi

Caterpillar (cat.com) Caterpillar merupakan produsen alat berat yang digunakan dalam berbagai pekerjaan konstruksi, mulai dari penggalian tanah hingga pembangunan jalan. Perusahaan ini menjual ekskavator, buldoser, dan mesin lainnya yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek berskala besar. Ketika pembangunan infrastruktur meningkat, kontraktor berpotensi membutuhkan lebih banyak peralatan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
Peningkatan permintaan tersebut dapat mendukung penjualan Caterpillar, terutama jika proyek pemerintah mulai memasuki tahap konstruksi. Meski begitu, perusahaan tetap menghadapi risiko dari kenaikan harga bahan baku, biaya produksi, dan tingginya suku bunga yang dapat membuat pembelian alat berat menjadi lebih mahal. Karena itu, investor perlu memperhatikan perkembangan pesanan serta kinerja keuangan perusahaan, bukan hanya besarnya anggaran infrastruktur.
2. Vulcan Materials (VMC), pemasok material pembangunan jalan

Vulcan Materials (vulcanmaterials.com) Pembangunan jalan dan jembatan membutuhkan material dalam jumlah besar, termasuk batu pecah, pasir, dan kerikil. Vulcan Materials merupakan salah satu produsen utama material agregat di Amerika Serikat yang memasok kebutuhan konstruksi tersebut. Perusahaan ini juga memproduksi aspal dan material lain yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur.
Jika pemerintah meningkatkan anggaran perbaikan jalan, permintaan terhadap material konstruksi berpotensi ikut bertambah. Vulcan Materials dapat memperoleh manfaat ketika volume penjualan meningkat atau perusahaan mampu mempertahankan harga jual materialnya. Namun, jarak fasilitas produksi dari lokasi proyek, biaya transportasi, dan persaingan tetap dapat memengaruhi keuntungan perusahaan.
3. Quanta Services (PWR), penyedia jasa pembangunan jaringan listrik

Quanta Services (quantaservices.com) Infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan jalan dan jembatan, tetapi juga jaringan listrik yang mendukung aktivitas rumah tangga dan industri. Quanta Services menyediakan layanan konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur listrik serta jaringan energi lainnya. Bisnis tersebut membuat perusahaan berpotensi memperoleh proyek ketika pemerintah dan perusahaan utilitas meningkatkan investasi pada jaringan listrik.
Kebutuhan untuk memperbarui jaringan yang sudah tua dan menghubungkan sumber energi baru dapat menciptakan peluang pekerjaan bagi Quanta Services. Permintaan listrik dari pusat data dan perkembangan kecerdasan buatan juga dapat mendorong pembangunan infrastruktur kelistrikan, meskipun tidak seluruh proyek tersebut berasal dari anggaran pemerintah. Investor tetap perlu mencermati nilai kontrak, kemampuan perusahaan menyelesaikan proyek, serta ketersediaan tenaga kerja terampil.
4. Fluor (FLR), perusahaan konstruksi dan rekayasa

Fluor Corporation (fluor.com) Proyek infrastruktur berskala besar membutuhkan perencanaan teknis, pengelolaan proyek, dan pelaksanaan konstruksi yang kompleks. Fluor merupakan perusahaan rekayasa dan konstruksi yang menangani berbagai proyek industri serta infrastruktur. Perusahaan seperti ini dapat memperoleh peluang ketika pemerintah atau pihak swasta memperluas pembangunan fasilitas dan sistem pendukung ekonomi.
Peningkatan jumlah proyek berpotensi menambah kontrak dan pendapatan Fluor apabila perusahaan berhasil memenangkan tender. Namun, proyek konstruksi juga memiliki risiko berupa pembengkakan biaya, keterlambatan pengerjaan, dan perubahan lingkup pekerjaan. Oleh karena itu, nilai kontrak yang besar belum tentu menghasilkan keuntungan tinggi jika pelaksanaannya tidak berjalan sesuai rencana.
5. United Rentals (URI), penyewaan peralatan konstruksi

United Rentals (unitedrentals.com) Tidak semua kontraktor membeli alat berat sendiri untuk mengerjakan proyek infrastruktur. Sebagian memilih menyewa peralatan agar dapat menyesuaikan kebutuhan dengan durasi proyek dan mengurangi biaya kepemilikan. United Rentals menyediakan berbagai peralatan untuk konstruksi dan kebutuhan industri, sehingga aktivitas pembangunan dapat memengaruhi permintaan terhadap layanan sewanya.
Ketika proyek infrastruktur bertambah, kontraktor berpotensi membutuhkan lebih banyak peralatan seperti mesin pengangkat, generator, dan perlengkapan konstruksi lainnya. Jika tingkat pemakaian peralatan meningkat dan harga sewa tetap menguntungkan, kondisi tersebut dapat mendukung kinerja perusahaan. Sebaliknya, persaingan harga, biaya perawatan, serta penurunan aktivitas konstruksi dapat menekan pendapatan dan margin keuntungan.
Belanja infrastruktur AS dapat menciptakan peluang bagi perusahaan industri melalui berbagai jalur, mulai dari penjualan alat berat hingga penyediaan material dan jasa konstruksi. Meski demikian, setiap perusahaan memiliki sumber pendapatan dan risiko yang berbeda, sehingga dampak kebijakan pemerintah tidak akan sama terhadap seluruh saham. Sebelum mengambil keputusan investasi, kita perlu memeriksa realisasi proyek, laporan keuangan, valuasi saham, dan kondisi pasar secara menyeluruh.








![[QUIZ] Dari Shio Kamu, Kami Tebak Ide Bisnis yang Cocok Untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20240328/10817217-19406371-d1bc7980c62d880a91283408a334e32a.jpg)














