Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Sederhana agar Orang Memercayaimu dalam Hal Keuangan
ilustrasi mencatat keuangan (pexels.com/olia danilevich)
  • Kepercayaan soal uang dibangun lewat latihan kejujuran dan tanggung jawab, karena amanah finansial memengaruhi penilaian orang dalam berbagai hal.
  • Peminjam perlu mencatat sendiri setiap utang, mengingat jadwalnya, serta membayar lunas atau mencicil tepat waktu tanpa mengandalkan penagihan dari pemberi pinjaman.
  • Saat mengelola titipan atau dana bersama, tunjukkan setruk, bulatkan nominal secara wajar, dan sediakan laporan transparan yang siap diperiksa kapan saja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kepercayaan dari orang lain selalu mahal harganya. Apalagi kepercayaan dalam hal keuangan. Orang yang dipercaya dalam hal lain belum tentu dipercaya juga soal duit. Sebaliknya, jika orang menilai kamu bisa dipercaya terkait uang, di hal-hal lain pun lebih mudah untukmu mendapatkan kepercayaan mereka.

Oleh karena itu, jangan sekali-kali menyepelekan hal ini. Latih diri supaya kamu mampu mengemban amanah apa pun yang berhubungan dengan dana. Walaupun sekarang pekerjaanmu bukan kasir atau staf keuangan, teruslah melatih diri.

Di antara berbagai godaan dunia, uang paling gampang bikin khilaf. Semua orang butuh dan suka harta. Maka dari itu, latihan kejujuran berkaitan dengan materi perlu dilakukan. Berikut cara sederhana agar orang memercayaimu dalam hal keuangan. Caranya simpel, tetapi tetap menantang kebersihan hatimu.

1. Catat dan ingat utangmu, bukan pemberi pinjaman yang disuruh melakukannya

ilustrasi pencatatan (pexels.com/Nurul Sakinah Ridwan)

Jika kamu punya pinjaman sekecil apa pun dan kepada siapa pun, apa yang biasanya kamu lakukan? Jangan pernah hanya meminta pemberi pinjaman untuk mencatat, mengingat, dan menagihnya kalau kamu lupa tak kunjung membayar. Ketiga hal tersebut sama sekali bukan tugasnya.

Dirimu sebagai peminjam yang wajib melakukan semuanya. Jangan kamu cuma mau enaknya saja. Permintaan akan pinjaman dipenuhi, lalu orang lain yang ribet mencatatnya. Setiap urusan keuanganmu yang gak bisa dibereskan dalam waktu dekat mesti ditulis.

Dari situ kamu terdorong untuk belajar lebih bertanggung jawab atas kewajibanmu. Bila soal pencatatan utang saja dibebankan ke pemberi pinjaman, dirimu pasti kurang bertanggung jawab atas pembayarannya. Kamu cuma fokus ke pencairan dananya.

2. Pembayaran utang juga harus lancar

ilustrasi memberikan sejumlah uang (pexels.com/Defrino Maasy)

Mempertegas penjelasan dalam poin pertama. Kamu gak boleh berhenti hanya pada pencatatan utang-utangmu. Dirimu juga wajib memiliki komitmen yang kuat guna melunasinya. Ini sudah menjadi bagian tugasmu.

Kamu tidak semestinya suka beralasan macam-macam untuk menghindari pengembalian pinjaman atau pembayaran cicilannya secara tepat waktu. Setiap kali dirimu mangkir dari kewajiban, niscaya kepercayaan mereka padamu berkurang. Apalagi kamu tak pernah memberitahukan sebelumnya.

Tidak ada alasan yang jelas kenapa dirimu gak bisa mengembalikan pinjaman atau membayar cicilannya pada waktu yang telah disepakati. Sekaya dan sebaik apa pun seseorang pasti bakal kapok juga kalau dirimu bersikap seperti di atas. Kamu boleh berutang, tetapi jadilah peminjam yang bertanggung jawab.

3. Kalau dititipi beli sesuatu, tunjukkan harganya di setruk

ilustrasi berbelanja (pexels.com/Rizky Rianto)

Kamu pernah dititipi belanjaan apa saja? Terkadang orang malas pergi berbelanja sendiri kalau cuma mau membeli sedikit kebutuhan. Mereka memilih titip padamu yang kebetulan juga akan berbelanja.

Atau, barangkali dirimu membuka jastip profesional. Apa pun itu, wajib untukmu memperlihatkan harga belanjaan orang di struknya. Bukan sekadar kamu memberitahukan harga produk A sekian, apalagi cuma totalnya.

Biarkan setruk tersebut yang menunjukkan tingkat kejujuranmu. Orang dapat melihat dengan jelas sampai ke angka satuannya. Sekalipun orang yang titip belanja gak ribet soal pembuktian harga seperti ini, tetaplah melakukannya. Gak ada ruginya buatmu.

4. Pembulatan uang harus pas, jangan sesukamu

ilustrasi mencatat (pexels.com/Firman Marek_Brew)

Masih dengan contoh kamu dititipi belanjaan. Harganya Rp21.119. Dari pihak supermarket gak mungkin menurunkan harga produk menjadi pas 21 ribu rupiah. Maka kamu pun boleh membulatkannya ke atas supaya orang yang titip belanjaan gampang menggantinya.

Akan tetapi, pembulatannya jangan langsung menjadi Rp21.500 atau Rp22.000. Apalagi tahu-tahu harganya melonjak menjadi 25 ribu rupiah. Itu bikin orang yang titip belanjaan syok.

Tujuan pembulatan harga buat memudahkan orang mengganti uangmu. Lantaran uang pecahan 100 rupiah masih berlaku, maka pembulatan yang pas cukup Rp21.200. Terserah bila nantinya orang mau kasih kamu uang pas segitu. Atau, ia melebihkannya sesuai pecahan uang yang ada di dompetnya sekaligus sebagai ucapan terima kasih.

5. Laporan keuangan bersama transparan dan siap sewaktu-waktu ada kroscek

ilustrasi pencatatan keuangan (pexels.com/AlphaTradeZone)

Misalnya, kamu dipercaya menjadi bendahara atau orang yang menjalankan usaha milik bersama. Sangat penting untukmu selalu bersikap transparan terkait laporan keuangan. Jangan ada bagian yang ditutupi demi keuntungan pribadi.

Bahkan sekalipun orang lain selama ini sangat memercayaimu. Kepercayaan sebesar itu bukannya tidak akan pernah bisa berkurang seiring waktu. Itu amat tergantung pada kemampuanmu dalam menjaganya.

Kamu juga gak boleh baper atau menghindar dengan segala alasan apabila sewaktu-waktu berbagai pihak ingin melakukan pemeriksaan. Bahkan mereka sampai melakukan kroscek atau pemeriksaan silang. Mereka membandingkan laporanmu dengan kesaksian orang lain. Jika dirimu tampak tersinggung atau enggan, kamu bersih dari kecurangan pun bakal tetap bikin orang curiga.

Orang lain tidak bisa dipaksa untuk memercayai kejujuranmu terkait uang. Mereka harus melihat sepak terjangmu dalam hal keuangan sampai ke kebiasaan-kebiasaan terkecilmu. Sebelum mereka tahu itu, dirimu bisa cenderung diragukan dan diwaspadai. Oleh sebab itu, setidaknya kamu menerapkan lima cara sederhana agar orang memercayaimu dalam hal keuangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article