Jakarta, IDN Times - Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian Eka Pebriansyah mengatakan harga emas memang berfluktuasi. Namun, emas merupakan instrumen investasi yang dapat diandalkan.
"Kalau melihat harga dari tahun ke tahun sejak dulu, dalam jangka pendek memang fluktuasi, tapi dalam jangka panjang selalu mengalami peningkatan," ujarnya dalam Indonesia Summit 2026 di The Tribrata, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026)
Ia mencontohkan, sekitar 10 tahun lalu harga emas masih berada di kisaran Rp510 ribu per gram. Sementara saat ini harganya telah mencapai sekitar Rp2,7 juta per gram, bahkan sempat menyentuh kisaran Rp3 juta hingga Rp3,1 juta pada awal tahun.
Menurutnya, lonjakan harga emas dipicu oleh meningkatnya permintaan di tengah ketidakpastian global. Saat terjadi konflik geopolitik, banyak bank sentral di berbagai negara meningkatkan pembelian emas sehingga mendorong harga naik signifikan.
Di sisi lain, penurunan harga emas yang sempat terjadi belakangan dipengaruhi sejumlah faktor jangka pendek, salah satunya perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak terhadap harga minyak dunia dan ekspektasi kebijakan suku bunga.
Meski demikian, ia menilai emas tetap menjadi salah satu aset yang menarik bagi investor. Apalagi trennya terus meningkat.
"Yang kami pelajari selama berkecimpung di emas, pergerakan harga dalam jangka pendek memang bisa naik turun. Namun dalam jangka panjang, trennya terus meningkat," katanya.
IDN menggelar Indonesia Summit 2026, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "The Next Us: Indonesia's Leap in the Algorithmic Age". IS 2026 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.
IS 2026 diadakan di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pada 17-18 Juni 2026. Dalam IS 2026, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2027.
Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN Media menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei ini menjangkau responden Milenial dan Gen Z di sembilan wilayah di Indonesia, antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
