Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Emas Antam Naik Rp4.000, Dibanderol Rp2,565 Juta per Gram
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga emas Antam naik Rp4.000 menjadi Rp2,565 juta per gram pada Jumat, 16 Oktober 2026, sementara harga buyback naik Rp5.000 menjadi Rp2,37 juta per gram.
  • Penjualan kembali emas Antam di atas Rp10 juta dikenai PPh 22: 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
  • Emas dinilai membantu diversifikasi portofolio dan diminati investor konservatif, tetapi kurang cocok untuk tujuan jangka pendek karena terdapat selisih antara harga jual dan beli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp4.000 per gram pada Jumat (16/10/2026). Dengan demikian, harga emas hari ini, dibanderol Rp2,565 juta per gram.

Berdasarkan data situs Logam Mulia, harga buyback naik Rp5.000, sehingga dibanderol Rp2,37 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tiga persen untuk yang tidak memegang NPWP

1. Rincian harga emas Antam hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,332,5 juta

  • Harga emas 1 gram: Rp2,56 juta

  • Harga emas 2 gram: Rp5,07 juta

  • Harga emas 3 gram: Rp7,58 juta

  • Harga emas 5 gram: Rp12,6 juta

  • Harga emas 10 gram: Rp25,14 juta

  • Harga emas 25 gram: Rp62,637 juta

  • Harga emas 50 gram: Rp125,39 juta

  • Harga emas 100 gram: Rp250,71 juta

  • Harga emas 250 gram: Rp626,51 juta

  • Harga emas 500 gram: Rp1,25 miliar

  • Harga emas 1.000 gram: Rp2,5 miliar.

2. Emas jadi instrumen diversifikasi portofolio

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Investasi emas jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli.

Curated For You

Editorial Team

Related Article