Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Jenis Utang yang Berpotensi Menimbulkan Masalah Keuangan
Ilustrasi Utang (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Artikel membahas lima jenis utang yang berpotensi menimbulkan masalah keuangan jika tidak dikelola dengan bijak, yaitu KTA, kartu kredit, arisan, pinjaman online, dan paylater.
  • Kredit Tanpa Agunan serta kartu kredit menawarkan kemudahan akses dana cepat namun memiliki bunga tinggi dan risiko pembengkakan utang bila pembayaran terlambat.
  • Arisan berlebihan, pinjaman online berbunga besar, serta penggunaan paylater tanpa kontrol dapat membuat keuangan pribadi terguncang akibat penumpukan kewajiban pembayaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang punya utang karena butuh uang untuk hidup atau beli barang. Ada utang dari bank, kartu kredit, arisan, pinjaman online, dan paylater di handphone. Kalau tidak hati-hati bayar, bunganya bisa besar sekali dan bikin susah. Sekarang orang diingatkan supaya pakai uang dengan bijak biar tidak kesulitan nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Sebagian besar orang memiliki utang. Berbagai alasan kerap menjadi penyebab seseorang secara terpaksa harus berutang, mulai dari untuk mendukung kebutuhan hidup atau hanya sekedar untuk konsumtif semata.

Tidak masalah jika utang tersebut dimanfaatkan untuk menyangga kehidupan dan bersifat produktif. Itu berarto kamu sudah berhasil memanfaatkannya. Sebaliknya, jika kamu hanya memanfaatkan utang hanya untuk kegiatan konsumtif dan berfoya-foya, ini akan sangat berisiko menimbulkan masalah dalam keuangan.

Terkadang seseorang memiliki satu jenis utang dengan nominal yang besar, adapula nominal utang yang terbilang kecil namun terbagi dalam berbagai jenis utang berbeda. Meski pada awalnya jumlah kecil, utang bisa membengkak karena adanya penambahan bunga disertai biaya lainnya bila tidak membayar dengan tepat waktu.

Melansir Cermati.com berikut beberapa jenis utang yang berpotensi menimbulkan masalah dalam keuangan kamu jika tidak diwaspadai. Simak sampai habis yuk!

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

ilustrasi agunan (freepik.com/pch.vector)

KTA sering digunakan sebagai solusi bagi seseorang yang membutuhkan dana dalam waktu yang cepat. Pinjaman ini dapat diakses tanpa jaminan dengan nominal pinjaman yang cukup besar.

Kamu bisa mengajukan pinjaman ini dan mendapatkan hasilnya hanya dalam hitungan hari karema didukung dengan persyaratan yang mudah serta proses cepat. KTA dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti membiayain pernikahan, renovasi rumah atau usaha dan sebagainya.

Namun, di balik semua kemudahan dan kenyamanan yang cukup membuat orang tergiur, KTA kerap menjadi utang yang berpotensi menimbulkan masalah pada keuangan iamu.

Seperti namanya, pinjaman ini bersifat tanpa agunan sehingga KTA akan menerapkan bunga yang cukup tinggi sekitar 10 hingga 24 persen per tahunnya. Nominal utang kamu bisa lebih membengkak jika ditambah dengan biaya lainnya termasuk denda keterlambatan pembayaran dan lainnya.

2. Kartu kredit

Ilustrasi credit (IDN Times/Arief Rahmat)

Fasilitas pembayaran ini menjadi salah satu yang terpopuler dengan jumlah pengguna yang sangat banyak. Kartu kredit memudahkan kamu untuk melakukan transaksi keuangan yang dapat digunakan untuk berbelanja hingga penarikan tunai di mesin ATM. Sangat mudah dan nyaman bukan? Namun, seperti namanya semua keunggulan ini adalah kredit atau utang.

Bunga yang ditawarkan kartu kredit berada dikisaran 2,5 hingga 4 persen per bulannya, tergantung pada kebijakan bank penerbit kartu kredit. Masalah datang ketika kamu menunggak pembayaran tagihan, biaya tambahan lainnya seperti denda atau biaya overlimit pemakaian pagu kredit jika tidak menggunakan produk ini dengan tidak bijak.

3. Arisan

Ilustrasi arisan. Pexels/Lisa Fotios

Arisan merupakan aktivitas yang banyak digandrungi oleh ibu-ibu dan generasi milenial lainnya. Ragamnya pun berbeda-beda mulai dari arisan uang, panci, hingga berlian dan permata lainnya.

Tidak menjadi masalah jika hanya mengikuti satu arisan saja dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang dimiliki. Namun, jika terlalu menikmati hingga mengikuti beberapa arisan sekaligus pasti akan membuat cukup kewalahan.

Bukan manfaat yang didapat, hal ini bisa membuat kamu terjerumus kedalam utang yang besar dari berbagai arisan yang diikuti.

4. Pinjaman online

ilustrasi pinjaman online (IDN Times/Aditya Pratama)

Pinjaman online atau daring ini menjadi pilihan dan cukup populer bagi sebagian orang dalam beberapa tahun belakangan. Menawarkan persyaratan mudah dan proses yang cepat, tentu akan mudah membuat seorang tergoda. Pinjaman ini juga dapat diakses secara mudah dengan melalui smartphone kamu.

Seperti pinjaman utang yang lainnya, kamu harus bersiap menghadapi bunga yang sangat tinggi hingga membengkak dengan nilai yang berkali lipat besarnya. Kondisi ini akan membuat keuangan kamu berada dalam masalah yang cukup besar.

5. Paylater

ilustrasi paylater (IDN Times/Aditya Pratama)

Memiliki bentuk yang hampir serupa dengan pinjaman online, paylater dapat diakses dengan cukup mudah hanya secara online melalui smartphone kamu.

Sistem penggunaannya pun memiliki kesamaan dengan kartu kredit, seluruh penggunaan dan biaya yang dikeluarkan adalah huttang yang akan menimbulkan menumpuknya pembiayaan yang harus dibayarkan oleh pengguna.

Begitulah jenis  jenis utang yang memiliki potensi bermasalah pada keuangan kamu, kelolalah keuangan kamu dengan tepat dan sesuaikan dengan kebutuhan agar tidak terbebani oleh biaya pembayaran pinjaman ataupun utang.

FAQ seputar Jenis Utang yang Berpotensi Menimbulkan Masalah Keuangan

Apa saja jenis utang yang berisiko menimbulkan masalah keuangan?

Beberapa yang sering dianggap berisiko antara lain kredit tanpa agunan, kartu kredit yang tidak terkontrol, arisan berlebihan, pinjaman online, dan paylater jika digunakan tanpa perhitungan matang.

Kenapa kredit tanpa agunan bisa berisiko bagi keuangan?

Karena jenis pinjaman ini umumnya memiliki bunga relatif tinggi dan bisa menambah beban finansial jika cicilan tidak dikelola sesuai kemampuan bayar.

Apakah penggunaan paylater dan pinjaman online bisa memicu masalah finansial?

Bisa, terutama jika digunakan berulang untuk kebutuhan nonprioritas atau tanpa memperhitungkan kemampuan melunasi. Risiko dapat meningkat karena bunga, biaya tambahan, atau denda keterlambatan.

Mengapa kartu kredit bisa menjadi sumber masalah keuangan?

Kartu kredit bisa menjadi masalah jika dipakai melebihi kemampuan bayar, hanya membayar minimum, atau digunakan untuk belanja impulsif yang membuat utang terus menumpuk.

Bagaimana cara menghindari terjebak utang yang berisiko?

Caranya dengan hanya berutang untuk kebutuhan yang jelas, memastikan cicilan sesuai kemampuan, memahami biaya dan bunga sebelum meminjam, serta menghindari mengambil banyak kewajiban utang sekaligus.

Editorial Team