Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketentuan THR dan Gaji ke-13 ASN Tahun 2026 Terbaru, Simak Rinciannya!
Potret uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)
  • Pemerintah menetapkan aturan baru THR dan gaji ke-13 ASN tahun 2026 melalui PP Nomor 9 dan PMK Nomor 13 Tahun 2026 yang berlaku sejak 4 Maret 2026.
  • Pembayaran THR dan gaji ke-13 bersumber dari APBN melalui DIPA masing-masing instansi, dengan mekanisme transparan agar penyaluran berjalan akuntabel dan tepat sasaran.
  • Regulasi mengatur detail proses administrasi, perhitungan, hingga pembayaran bagi ASN, pensiunan, serta pegawai mutasi agar hak penerima terpenuhi secara tertib dan efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemerintah kembali menetapkan aturan terbaru terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) pada tahun 2026. Kebijakan ini juga mencakup pensiunan, penerima pensiun, serta penerima tunjangan lainnya yang berhak menerima tambahan penghasilan tersebut. Ketentuan ini diatur secara resmi dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 4 Maret 2026.

Regulasi ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 mengenai pemberian THR dan gaji ke-13. Di dalamnya dijelaskan berbagai mekanisme pembayaran, sumber anggaran, hingga proses administrasi pencairannya. Supaya kamu lebih memahami aturan lengkapnya, berikut ketentuan THR dan gaji ke-13 ASN tahun 2026 terbaru yang perlu diketahui.

1. Dasar hukum pemberian THR dan gaji ke-13 ASN 2026

ilustrasi hukum (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Pemerintah menetapkan aturan resmi terkait pemberian THR dan gaji ke-13 ASN melalui regulasi yang jelas dan terstruktur. Kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi instansi pemerintah dalam menyalurkan hak pegawai. Selain itu, regulasi tersebut juga menjadi pedoman teknis bagi proses pencairan dan pertanggungjawaban anggaran.

Beberapa dasar hukum yang mengatur kebijakan ini antara lain:

  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 tentang pemberian THR dan gaji ke-13

  • Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 13 Tahun 2026

  • Regulasi teknis pelaksanaan pembayaran dari pemerintah pusat

Dengan adanya dasar hukum ini, setiap instansi memiliki pedoman yang jelas dalam menjalankan proses pembayaran. Aturan tersebut juga memastikan bahwa hak ASN, pensiunan, dan penerima tunjangan dapat dipenuhi secara tertib. Selain itu, regulasi ini menjadi acuan utama dalam pengelolaan anggaran negara terkait pembayaran tambahan penghasilan tersebut.

2. Sumber anggaran pembayaran THR dan gaji ke-13

ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Pembayaran THR dan gaji ke-13 ASN berasal dari anggaran yang telah dialokasikan dalam sistem keuangan negara. Pengaturan sumber dana ini bertujuan agar proses penyaluran berjalan transparan dan akuntabel. Selain itu, setiap instansi dapat memastikan kesiapan anggaran sebelum proses pembayaran dilakukan.

Ketentuan sumber anggaran tersebut meliputi:

  • Pembayaran THR dan gaji ke-13 dibebankan pada DIPA satuan kerja masing-masing

  • Untuk lembaga nonstruktural, pembiayaan dibebankan pada DIPA kementerian atau lembaga induknya

  • Anggaran bersumber dari APBN sesuai alokasi yang telah ditetapkan

Dengan mekanisme tersebut, setiap instansi memiliki tanggung jawab terhadap pembayaran pegawainya. Pengaturan ini juga membantu menghindari kesalahan dalam penggunaan anggaran negara. Selain itu, sistem penganggaran yang jelas memudahkan proses pengawasan dan pelaporan.

3. Mekanisme pembayaran THR dan gaji ke-13

ilustrasi uang (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Dalam aturan terbaru, pemerintah menegaskan bahwa THR dan gaji ke-13 diberikan dalam bentuk uang. Tujuannya agar penerima bisa langsung memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan pribadi atau keluarga. Mekanisme pembayaran juga dirancang agar prosesnya cepat dan tepat sasaran.

Mekanisme pembayaran secara umum meliputi:

  • THR dan gaji ke-13 dibayarkan langsung kepada penerima

  • Jika pembayaran langsung tidak dapat dilakukan, penyaluran melalui bendahara pengeluaran

  • Proses pembayaran mengikuti prosedur administrasi yang berlaku di instansi pemerintah

Dengan sistem ini, pemerintah berupaya memastikan pembayaran dilakukan secara efisien. Proses penyaluran juga diharapkan dapat mengurangi potensi keterlambatan pembayaran. Selain itu, mekanisme tersebut mempermudah pengawasan terhadap distribusi dana.

4. Proses perhitungan dan dokumen pembayaran

ilustrasi menghitung (pexels.com/Artem Podrez)

Setiap pembayaran THR dan gaji ke-13 harus melalui proses administrasi yang jelas dan terdokumentasi. Tahapan ini penting untuk memastikan perhitungan hak pegawai dilakukan secara akurat. Selain itu, dokumen pembayaran juga menjadi bukti resmi dalam sistem keuangan negara.

Beberapa ketentuan terkait proses perhitungan dan dokumen pembayaran yaitu:

  • Perhitungan menggunakan aplikasi gaji berbasis web

  • Jika tidak memungkinkan, dapat menggunakan aplikasi gaji berbasis desktop

  • Berdasarkan hasil perhitungan diterbitkan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS)

  • SPM-LS diajukan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)

  • KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)

  • Dokumen pembayaran dibuat terpisah dari dokumen gaji bulanan

Dengan prosedur ini, proses pencairan dana dapat berjalan lebih tertib dan transparan. Setiap tahapan juga memiliki dokumen pendukung yang jelas. Hal tersebut membantu meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara.

5. Ketentuan pembayaran untuk satuan kerja BLU

ilustrasi uang rupiah (pexels.com/bangunstockproduction)

Satuan kerja badan layanan umum (BLU) memiliki mekanisme tersendiri dalam pembayaran THR dan gaji ke-13. Hal ini karena sebagian dana BLU bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Oleh sebab itu, aturan pembayaran dan pertanggungjawabannya dibuat lebih spesifik.

Ketentuan pembayaran bagi satuan kerja BLU antara lain:

  • Pembayaran dapat bersumber dari PNBP BLU

  • Pertanggungjawaban dilakukan melalui surat perintah pengesahan pendapatan dan belanja BLU

  • Laporan pertanggungjawaban dibuat terpisah dari laporan belanja lainnya

Pengaturan ini bertujuan menjaga transparansi penggunaan dana BLU. Setiap transaksi harus tercatat secara jelas dalam laporan keuangan. Dengan demikian, pengelolaan dana tetap sesuai dengan prinsip akuntabilitas.

6. Ketentuan jika terdapat sisa dana pembayaran

ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Sewupari Studio)

Dalam beberapa kondisi, bisa saja terdapat sisa dana dari pembayaran THR atau gaji ke-13. Pemerintah telah menetapkan prosedur khusus untuk menangani sisa dana tersebut. Tujuannya agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran negara.

Ketentuan jika terdapat sisa dana yaitu:

  • Bendahara pengeluaran wajib menyetorkan sisa dana ke kas negara

  • Setoran dilakukan secara terpisah antara sisa dana THR dan gaji ke-13

  • Penyetoran dilakukan melalui sistem penerimaan negara secara elektronik

  • Setoran tidak boleh digabung dengan setoran lain

Dengan aturan ini, sisa anggaran dapat dikembalikan ke kas negara secara resmi. Proses tersebut juga memastikan pengelolaan dana tetap transparan. Selain itu, sistem elektronik membantu mempercepat proses pelaporan dan pencatatan.

7. Mekanisme pembayaran bagi pegawai mutasi dan pensiunan

ilustrasi uang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Regulasi terbaru juga mengatur mekanisme pembayaran bagi pegawai yang mengalami mutasi maupun bagi pensiunan. Hal ini penting agar hak penerima tetap dapat dipenuhi meskipun terjadi perubahan status atau instansi. Pemerintah juga menunjuk lembaga khusus untuk menyalurkan pembayaran bagi pensiunan.

Ketentuan terkait pembayaran tersebut meliputi:

  • Surat keterangan penghentian pembayaran harus mencantumkan status THR atau gaji ke-13

  • Jika belum dibayarkan oleh instansi asal, pembayaran dilakukan oleh instansi tujuan mutasi

  • Pembayaran pensiunan dilakukan melalui PT Taspen (Persero)

  • Pembayaran bagi penerima tertentu dilakukan melalui PT Asabri (Persero)

  • Tagihan pembayaran diajukan sebelum hari pertama pembayaran

Pengaturan ini memastikan tidak ada hak penerima yang terlewat. Sistem koordinasi antarinstansi juga membantu menjaga kelancaran proses pembayaran. Selain itu, lembaga penyalur resmi memudahkan distribusi dana kepada para pensiunan.

Ketentuan THR dan gaji ke-13 ASN tahun 2026 terbaru memberikan pedoman yang jelas mengenai mekanisme pembayaran hingga pengelolaan anggaran. Aturan ini juga memastikan bahwa hak ASN, pensiunan, dan penerima tunjangan dapat disalurkan secara transparan dan tepat waktu. Dengan memahami regulasi tersebut, kamu bisa mengetahui bagaimana proses pembayaran THR dan gaji ke-13 dilakukan oleh pemerintah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team