Media sosial membuat kita bisa menikmati berbagai jenis konten dalam satu waktu. Mulai dari video komedi, ulasan produk, podcast, hingga rekomendasi tempat wisata, semuanya muncul bergantian di halaman beranda. Namun, tidak semua konten tersebut dibuat semata-mata untuk menghibur. Sebagian di antaranya merupakan bagian dari strategi pemasaran yang sengaja dikemas menyerupai hiburan agar lebih mudah diterima oleh audiens.
Fenomena ini membuat konsumen semakin sulit membedakan konten hiburan dan iklan. Apalagi, promosi saat ini tidak selalu disampaikan melalui kalimat ajakan membeli produk. Ada kalanya sebuah merek justru muncul secara natural di tengah cerita, percakapan, atau aktivitas kreator favorit. Lalu, kenapa masih banyak konsumen sulit membedakan konten hiburan dan iklan?