Begini Strategi Bisnis Lion Parcel Jelang Ramadan, Incar Double Digit

- Lion Parcel siap sambut Ramadan 2026 dengan penguatan operasional dan customer experience
- Hadirkan promo 13.13 untuk perayaan 13 tahun Lion Parcel, serta ekspansi layanan hingga Malaysia
- Penerapan teknologi AI sepanjang 2025 untuk meningkatkan keandalan layanan dan customer experience
Jakarta, IDN Times - Lion Parcel menyiapkan sejumlah strategi bisnis guna menyambut Ramadan 2026 yang dianggap sebagai salah satu periode puncak pada sektor logistik di Indonesia.
Pertama, penguatan pada berbagai aspek operasional seperti penambahan kapasitas gudang, armada, dan sumber daya manusia secara temporary guna memastikan keandalan layanan di tengah meningkatnya permintaan pengiriman pada periode tersebut.
Kedua, Lion Parcel juga melakukan optimalisasi customer experience dengan memperkuat aspek people dan system.
Dari sisi people, tim layanan pelanggan dipersiapkan untuk memberikan respon yang lebih cepat dan informatif. Sementara dari sisi system, Lion Parcel meningkatkan kapabilitas teknologi dan sistem pendukung agar pelanggan dapat memperoleh informasi dengan lebih transparan dan akurat.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengalaman pelanggan tetap terjaga selama periode puncak pengiriman. Melalui penguatan operasional dan peningkatan kualitas customer experience menjelang Ramadan, kami ingin memastikan pelanggan tetap memperoleh layanan yang andal di tengah meningkatnya permintaan,” tutur Chief Experience Officer Lion Parcel, Budi Santoso dikutip Rabu (4/2/2026).
Lion Parcel sendiri optimistis dengan strategi tersebut mampu meraup peningkatan double digit seperti yang pernah terjadi pada periode Ramadan sebelumnya.
“Bulan Ramadan harusnya sama seperti tahun lalu ya, angkanya harusnya sih double digit lah karena memang mau di industri mana pun biasanya baik seller, baik bisnis owner itu biasanya selalu punya stok dua bulan dari bulan non-Ramadan. Jadi kami mengikuti, kami tidak tahu kira-kira berapa tahun ini, tapi yang pasti seperti tahun-tahun sebelumnya, double digit itu yang kita targetkan di tahun ini,” tutur Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto.
1. Hadirkan promo 13.13

Strategi lain yang diusung Lion Parcel adalah menghadirkan promo 13.13 berupa diskon 13 persen untuk transaksi melalui aplikasi Lion Parcel. Hadirnya promo tersebut juga merupakan bagian dari perayaan 13 tahun perjalanan Lion Parcel pada industri logistik di Indonesia.
Program tersebut sekaligus mendorong pemanfaatan kanal digital dalam ekosistem layanan Lion Parcel yang telah mencatat pertumbuhan pengguna secara double digit sepanjang tahun 2025.
“Promo 13.13 merupakan bentuk apresiasi kami atas kepercayaan pelanggan selama 13 tahun, seiring dengan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat layanan secara berkelanjutan,” ujar Kenny.
2. Lion Parcel ekspansi hingga Malaysia

Adapun Lion Parcel mengusung tema “13EYOND” dalam perayaan 13 tahun perjalanannya di Indonesia, yang merefleksikan semangat untuk terus melangkah melampaui pencapaian saat ini, beradaptasi dengan dinamika industri logistik, serta berupaya memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin berkembang.
“Tema ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat layanan dengan berlandaskan fondasi yang telah dibangun selama 13 tahun,” ujar Kenny.
Sejak didirikan pada 2013, Lion Parcel terus memperluas jangkauan layanan dan infrastruktur untuk mendukung konektivitas logistik nasional. Hingga saat ini, Lion Parcel telah menjangkau 98 persen wilayah domestik di Indonesia dan lebih dari 50 negara internasional, memiliki cabang operasional di Malaysia, serta didukung oleh lebih dari 7.000 agen di seluruh Indonesia.
“Saat ini tuh fokus kita memang dari Indonesia ke Malaysia dan marketnya kebanyakan adalah tenaga kerja Indonesia. Jadi banyak sekali yang memang mengirimkannya tuh, kalau kita mulai bedah, itu paketnya gado-gado. Jadi sekali kirim tuh di dalamnya ada baju, ada kering tempe, ada tolak angin, pokoknya gitu lah. Seru pokoknya, gado-gado,” tutur Kenny.
3. Penerapan teknologi AI sepanjang 2025

Di sisi lain, sepanjang 2025, Lion Parcel memperkuat fondasi layanan melalui peningkatan kapabilitas infrastruktur operasional di berbagai aspek.
Pertama, penguatan dilakukan melalui ekspansi fasilitas hub yang kini dilengkapi mesin X-ray di beberapa kota strategis. Mesin X-ray Lion Parcel juga telah dilengkapi dengan teknologi AI untuk membantu proses identifikasi dan penyortiran barang yang akan dikirim melalui jalur udara.
Selain itu, Lion Parcel juga melakukan optimalisasi armada dan penguatan sumber daya manusia untuk mendukung keandalan layanan.
Lion Parcel juga mengimplementasikan teknologi AI untuk memvalidasi bukti pengiriman secara lebih efektif.
“Melalui analisis berbagai parameter pendukung, teknologi ini membantu memastikan kepatuhan terhadap prosedur pengiriman serta meningkatkan akurasi dan keandalan layanan,” kata Budi.
Pada aspek Customer Experience, lanjut Budi, adaptasi teknologi juga terus ditingkatkan. Virtual Assistant LIONA kini telah mengadopsi Generative AI model terbaru yang dapat memahami percakapan secara lebih mendalam sehingga respon yang diberikan kepada pelanggan menjadi lebih relevan dan humanis.
Dengan kapabilitas tersebut, LIONA kini telah menjawab lebih dari 80 persen kebutuhan pelanggan, sekaligus mendukung tim Customer Service untuk lebih fokus pada penanganan kebutuhan pelanggan yang lebih kompleks dan strategis.
“Selama 13 tahun perjalanan Lion Parcel, kami terus membangun fondasi bisnis secara berkelanjutan. Penguatan infrastruktur dan jaringan serta optimalisasi teknologi di sepanjang 2025 adalah komitmen kami memastikan Lion Parcel siap melayani pengiriman pelanggan di berbagai segmen,” tutur Budi.


















