Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nasabah PNM Lampung Bantu Perempuan Bangun Usaha Lewat Dapur Female
Dian, nasabah PNM Mekaar yang merupakan pendiri usaha kuliner Dapur Female di Lampung. (dok. PNM)
  • Dian, nasabah PNM Mekaar di Lampung, membangun Dapur Female sebagai ruang pemberdayaan perempuan agar bisa belajar, bekerja, dan mengembangkan usaha kuliner bersama.
  • Meski sempat menghadapi penolakan saat memberi pelatihan di wilayah dengan tingkat tuna susila tinggi, Dian berhasil menumbuhkan kepercayaan dan membantu peserta menguasai keterampilan usaha.
  • Dua perempuan binaan Dian kini sukses membuka toko kue sendiri berkat pendampingan PNM yang mencakup pembiayaan, pelatihan, serta penguatan jejaring sosial antarperempuan pengusaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dian, seorang nasabah PNM Mekaar di Lampung, mengembangkan usaha kuliner bernama Dapur Female yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja.
  • Who?
    Dian bersama para perempuan pekerja dan peserta pelatihan yang sebagian besar merupakan nasabah PNM Mekaar, serta dukungan dari pihak dinas setempat dalam kegiatan pelatihan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Lampung, termasuk beberapa wilayah dengan tingkat praktik tuna susila tinggi tempat Dian memberikan pelatihan keterampilan.
  • When?
    Kegiatan pemberdayaan ini berlangsung secara berkelanjutan hingga saat ini, tanpa disebutkan tanggal atau periode waktu spesifik dalam laporan.
  • Why?
    Dian ingin membantu perempuan agar mandiri secara ekonomi melalui pembelajaran keterampilan usaha sederhana dan menciptakan ruang saling dukung antarperempuan.
  • How?
    Pemberdayaan dilakukan lewat kegiatan produksi di Dapur Female, pelatihan membuat kue dan jajanan pasar, serta pendampingan berkelanjutan yang difasilitasi oleh PNM Mekaar dan komunitas lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bagi Dian, membangun usaha bukan hanya soal mencari keuntungan. Melalui usaha kuliner Dapur Female yang dirintisnya di Lampung, nasabah PNM Mekaar itu justru menjadikan bisnisnya sebagai ruang pemberdayaan bagi perempuan lain untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan usaha.

Tidak hanya memberdayakan perempuan di lingkungan usahanya, Dian juga aktif berbagi keterampilan kepada kelompok perempuan di berbagai wilayah. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika diminta membantu memberikan pelatihan di kawasan dengan tingkat praktik tuna susila yang cukup tinggi.

Dari proses pendampingan tersebut, dua perempuan berhasil membangun usaha kue sendiri dan kini memiliki toko setelah sebelumnya memulai usaha dari nol.

1. Dapur Female jadi tempat perempuan belajar dan berkembang

Dian, nasabah PNM Mekaar yang merupakan pendiri usaha kuliner Dapur Female di Lampung. (dok. PNM)

Dian mengatakan sebagian besar pekerja yang terlibat dalam Dapur Female merupakan nasabah PNM Mekaar. Karena itu, usaha yang dijalankannya tidak hanya menjadi tempat produksi kuliner, tetapi juga ruang bagi perempuan untuk saling belajar dan bertumbuh.

“Ibu-ibu yang bekerja di Dapur Female ini sekitar 70 persen rata-rata adalah nasabah PNM Mekaar,” ujar Dian.

Melalui kegiatan usaha sehari-hari, para perempuan tidak hanya memperoleh penghasilan tambahan, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha mereka sendiri.

Menurut Dian, keberadaan komunitas yang saling mendukung menjadi salah satu faktor penting yang membantu perempuan lebih percaya diri dalam menjalankan usaha.

2. Sempat menghadapi penolakan saat memberikan pelatihan

Nasabah aktif PNM Mekaar sudah mencapai 15,1 juta nasabah sampai dengan Desember 2023. (dok. PNM)

Kisah pemberdayaan yang dilakukan Dian tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah diminta oleh dinas setempat untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada perempuan di sebuah wilayah yang memiliki tingkat praktik tuna susila cukup tinggi.

Di lokasi tersebut, Dian mengajarkan berbagai keterampilan sederhana yang dapat dijadikan peluang usaha, seperti membuat kue dan jajanan pasar. Namun, proses pendampingan sempat menghadapi tantangan karena adanya penolakan dari sebagian warga.

“Saya pernah diajak oleh dinas ke suatu tempat yang tingkat tuna susilanya cukup tinggi. Di sana saya mengajarkan apa yang bisa saya ajarkan, seperti cara bikin kue dan jajanan pasar. Tantangannya cukup berat karena awalnya ada penolakan, tapi alhamdulillah dari kelompok itu ada dua orang yang sekarang sudah punya toko kue sendiri,” ungkap Dian.

Menurutnya, perubahan tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan pendekatan yang sabar dan konsisten agar kepercayaan masyarakat dapat tumbuh.

3. Dari berjualan keliling hingga memiliki toko sendiri

Nasabah aktif PNM Mekaar sudah mencapai 15,1 juta nasabah sampai dengan Desember 2023. (dok. PNM)

Upaya yang dilakukan Dian akhirnya membuahkan hasil. Dua perempuan yang mengikuti pelatihan kini berhasil menjalankan usaha kuliner secara mandiri.

Mereka memproduksi berbagai jajanan pasar seperti risoles dan dadar gulung. Jika sebelumnya harus berjualan keliling menggunakan sepeda motor, kini keduanya telah memiliki toko kue sendiri.

Dian menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keterampilan sederhana dapat menjadi pintu masuk bagi perubahan ekonomi keluarga jika didukung dengan kemauan belajar dan pendampingan yang tepat.

Ia juga merasakan manfaat pendampingan yang diberikan PNM kepada para nasabah. Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa akses pembiayaan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha dan penguatan jejaring sosial antarnasabah.

PNM sendiri terus mendampingi perempuan prasejahtera pengusaha ultra mikro melalui pembiayaan, pelatihan, serta penguatan jaringan berbasis kelompok. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu semakin banyak perempuan mengembangkan usaha sekaligus menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Dari Dapur Female di Lampung, Dian membuktikan bahwa usaha ultra mikro dapat menjadi sarana untuk membuka peluang bagi perempuan lain agar lebih mandiri. Sebab ketika satu perempuan berhasil berkembang, akan ada lebih banyak perempuan yang ikut tumbuh bersama. (WEB)

Topics

Editorial Team

Related Article