Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

OJK Optimis Industri Jasa Keuangan Lanjutkan Tren Positif Tahun Ini

OJK Optimis Industri Jasa Keuangan Lanjutkan Tren Positif Tahun Ini
Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (IDN Times/Pitoko)
Intinya Sih
  • OJK optimistis industri jasa keuangan akan melanjutkan tren positif pada 2026, setelah mencatat pertumbuhan kuat 7,92 persen pada kuartal IV 2025.
  • Kredit perbankan diproyeksikan tumbuh 10–12 persen dengan dukungan DPK naik 7–9 persen, sementara pasar modal menargetkan penghimpunan dana Rp250 triliun.
  • OJK menetapkan tiga kebijakan prioritas: memperkuat ketahanan sektor, mengembangkan ekosistem keuangan nasional, dan memperdalam pasar keuangan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri jasa keuangan mampu mencatatkan kinerja positif pada 2026, melanjutkan tren pertumbuhan yang tercapai pada kuartal IV 2025.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan optimisme tersebut muncul setelah mencermati berbagai tantangan, peluang, serta kebijakan yang telah ditempuh.

"Kami optimistis tren positif sektor jasa keuangan dapat berlanjut pada 2026,” ujar Friderica, Jumat (20/2/2026).

2. Kredit perbankan diproyeksi 10-12 persen di akhir tahun

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Dari sisi intermediasi, OJK memproyeksikan kredit perbankan tumbuh 10 persen–12 persen pada 2026, ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7 persen–9 persen.

"Pertumbuhan ini diharapkan tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin," tegasnya.

Sementar itu, di industri asuransi, aset program asuransi diperkirakan naik 5 persen–7 persen. Adapun program dana pensiun diproyeksikan tumbuh lebih tinggi, yakni 10 persen–12 persen, dan aset program penjaminan diperkirakan meningkat 14 persen–16 persen.

Adapun piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan diproyeksikan tumbuh 6 persen–8 persen pada 2026.

"Di pasar modal, OJK menargetkan penghimpunan dana mencapai Rp250 triliun, seiring upaya pendalaman pasar dan peningkatan partisipasi investor domestik," tegasnya.

2. Sektor jasa keuangan catatkan pertumbuhan tinggi pada kuartal IV 2025

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Frederica menjelaskan sektor jasa keuangan mencatatkan pertumbuhan tinggi pada kuartal IV 2025. Laju pertumbuhan mencapai 7,92 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi yang tertinggi sejak kuartal II 2021.

"Kontribusi sektor keuangan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat, tercermin dari rasio aset dan produk keuangan Indonesia yang telah mencapai 184 persen terhadap PDB, didukung oleh meningkatnya partisipasi di pasar modal dan diversifikasi produk keuangan yang lebih luas," tegasnya.

3. OJK tetapkan 3 kebijakan prioritas

wikipedia.org/Otoritas Jasa Keuangan Logo
wikipedia.org/Otoritas Jasa Keuangan Logo

Dengan dinamika dan peluang, OJK akan terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap solid di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.

OJK menetapkan tiga kebijakan prioritas sebagai langkah strategis ke depan.

  1. Memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan guna meningkatkan resiliensi terhadap berbagai risiko.
  2. Mengembangkan ekosistem keuangan agar semakin kontributif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
  3. Memperdalam pasar keuangan yang berkelanjutan, termasuk memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan (sustainable finance).

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor jasa keuangan secara sehat dan berkelanjutan.

3. Dana pihak ketiga menguat hingga double digit

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Sementara itu, Dirut BRI Hery Gunardi mengatakan industri jasa keuangan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas, memperkuat transmisi kebijakan, serta mendukung sektor-sektor produktif.

“Dengan sinergi regulator dan pelaku industri, tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang disiplin, serta komitmen terhadap transformasi, saya meyakini sistem keuangan Indonesia akan tetap resilient dan mampu tumbuh sehat di tengah tantangan global,” katanya.

Hery juga mengatakan industri perbankan berada pada posisi yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan. Dari sisi likuiditas, pertumbuhan dana pihak ketiga kembali menguat hingga double digit sebesar 11,4 persen secara year on year.

Adapun loan to deposit ratio terjaga di kisaran 84 persen, menunjukkan ruang ekspansi kredit yang masih memadai tanpa menimbulkan tekanan likuiditas yang berlebihan. Permodalan juga tetap kuat dengan capital adequacy ratio di level sekitar 26 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

"Buffer modal yang tebal ini memberikan daya tahan terhadap risiko kualitas aset, sekaligus ruang untuk mendorong pertumbuhan kredit secara prudent dan berkelanjutan," tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More