Melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melihat bahwa manfaat pembiayaan dapat menyentuh hal-hal yang tidak selalu terlihat dari sebuah warung, lapak, atau usaha rumahan. Ada kemampuan yang semakin terasah, kepercayaan diri yang tumbuh, hingga keyakinan bahwa usaha yang dijalankan hari ini masih punya jalan untuk berkembang esok hari. (Dok. PNM)
Gambaran tersebut tercermin dari hasil penghitungan Social Return on Investment (SROI) Program Mekaar periode 2022–2024. Setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program menghasilkan manfaat sebesar Rp1,81. Artinya, nilai manfaat yang tercipta mencapai 181 persen dari nilai investasi program.
Menariknya, manfaat terbesar memang berasal dari peningkatan pendapatan usaha, dengan porsi 33,87 persen. Namun, dampaknya tidak berhenti pada penghasilan. Terbukanya lapangan kerja menjadi salah satu manfaat yang turut tercipta, sementara meningkatnya optimisme terhadap masa depan menunjukkan bahwa dampak program juga menyentuh sisi yang lebih personal dalam kehidupan nasabah.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, “Kami percaya bahwa ketika seorang nasabah semakin mampu, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Kemampuan yang bertambah dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme, lalu ikut memengaruhi cara mereka menjalankan usaha, mengelola kehidupan keluarga, dan berinteraksi dengan lingkungan. Jadi, yang kami lihat bukan hanya usaha yang tumbuh, tetapi juga perubahan yang ikut tumbuh di sekitarnya.”