Sebagai nasabah PNM Mekaar, Ibu Astuti merintis usaha olahan jamur tiram dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Baginya, memulai usaha bukan sekadar tentang menghasilkan pendapatan, tetapi juga tentang bagaimana memastikan dapur tetap mengepul dan kebutuhan keluarga dapat terus terpenuhi. (Dok. PNM)
Melalui Kembangs, sampah terpilah yang dikumpulkan nasabah dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi atau tabungan. Dalam pelaksanaannya, nasabah dapat menyetorkan sampah melalui Bank Sampah Unit yang dikelola oleh nasabah Mekaar, sebelum selanjutnya dikelola melalui Bank Sampah Induk.
Bagi nasabah, kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mulai memberikan nilai pada sampah yang ada di sekitar mereka. Sampah yang sebelumnya hanya dibuang dapat dipilah, dikumpulkan, dan dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi.
Di sisi lain, keterlibatan nasabah dalam pengelolaan Bank Sampah Unit juga membuat Kembangs berkembang sebagai aktivitas bersama di lingkungan masyarakat. Nasabah dapat mengambil peran dalam mengelola sampah sekaligus mengajak lingkungan sekitarnya untuk mulai membiasakan pemilahan sampah.
Melalui pendekatan tersebut, Kembangs mempertemukan tiga hal yang selama ini berjalan beriringan dalam pemberdayaan PNM, yaitu perempuan, ekonomi keluarga, dan lingkungan. Aktivitas yang sederhana di tingkat rumah tangga kemudian dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dilakukan secara bersama-sama.