Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gak selalu mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia semata, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen global yang berkembang di pasar keuangan. Ketegangan geopolitik, perubahan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, hingga ketidakpastian ekonomi dunia dapat memicu fluktuasi harga saham dalam waktu singkat. Situasi seperti ini sering membuat investor bimbang antara mempertahankan portofolio, menambah kepemilikan saham, atau menarik dana untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Di tengah kondisi pasar yang sulit diprediksi, keputusan investasi yang terburu-buru justru berpotensi memperbesar risiko finansial. Investor perlu memahami bahwa volatilitas merupakan bagian dari dinamika pasar saham, sehingga strategi pengelolaan risiko menjadi sama pentingnya dengan upaya mencari keuntungan. Lantas, bagaimana cara menjaga portofolio tetap terarah ketika IHSG tertekan oleh sentimen global? Yuk, pahami lima strategi berikut agar keputusan investasi lebih terukur dan gak mudah terbawa kepanikan pasar!
