Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertemuan Prabowo-Menlu Singapura Bahas Ekspor Gas? Ini Kata Bahlil

2 min read
Pertemuan Prabowo-Menlu Singapura Bahas Ekspor Gas? Ini Kata Bahlil
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Bahlil tidak mengetahui apakah pertemuan Prabowo dan Vivian membahas pengurangan ekspor gas Indonesia ke Singapura.

  • Vivian meminta bertemu Prabowo dan pertemuan berlangsung tertutup di Hambalang, Bogor.

  • Vivian menyinggung pentingnya menghormati kontrak komersial di tengah pengurangan ekspor gas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku tidak mengetahui apakah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan membahas pemangkasan ekspor gas Indonesia ke Singapura.

Prabowo bertemu Menlu Singapura di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026). Bahlil mengatakan, dirinya tidak ikut dalam pertemuan tersebut.

"Oh, saya tidak tahu ya, kemarin pembicaraannya seperti apa, karena saya tidak ada di dalam pertemuan itu dengan Menlu, ya," kata Bahlil kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

  1. 1. Bahlil hanya tahu Menlu Singapura minta bertemu Prabowo

    Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Luar (Menlu) Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Ja
    Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Luar (Menlu) Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026) (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Bahlil mengaku hanya mengetahui secara sekilas mengenai pertemuan Prabowo dengan Vivian. Dia tidak mendapat informasi terperinci mengenai agenda pembicaraan keduanya, termasuk apakah mereka membahas pengurangan ekspor gas Indonesia ke Singapura.

    Dia menjelaskan, informasi yang diketahuinya hanya sebatas kedatangan Vivian ke Indonesia dan permintaan pertemuan dengan Prabowo yang kemudian terlaksana pada Rabu.

    "Ya, sepintasnya bahwa dia datang. Sepintas lalu itu adalah Menlunya datang minta waktu untuk menghadap Bapak Presiden, dan Bapak Presiden memberikan waktu kemarin sudah ketemu ya," ujar Bahlil.

  2. 2. Prabowo bertemu Menlu Singapura secara tertutup

    Pertemuan Prabowo-Menlu Singapura Bahas Ekspor Gas? Ini Kata Bahlil
    Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Presiden Prabowo menerima Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengenakan kemeja safari lengan panjang berwarna krem, sedangkan Vivian memakai batik merah.

    Berdasarkan keterangan Sekretariat Kabinet, Vivian bersama Wakil Menteri Luar Negeri Singapura tiba di Jakarta pada Selasa (27/10/2026). Kedatangan mereka disertai permintaan untuk bertemu langsung dengan Prabowo. Presiden kemudian menerima permintaan tersebut dan menggelar pertemuan secara tertutup.

  3. 3. Menlu Singapura singgung kontrak gas

    Pertemuan Prabowo-Menlu Singapura Bahas Ekspor Gas? Ini Kata Bahlil
    Menlu Singapura Vivian Balakrishnan (kiri) dan Menlu Arrmanatha Nasir (kanan) dalam pertemuan bilateral RI-Singapura. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

    Vivian menyampaikan, komunikasi tingkat tinggi antara Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan Prabowo telah berlangsung. Menurutnya, komunikasi tersebut mencerminkan komitmen politik kedua negara untuk menangani persoalan bersama, yang perlu ditindaklanjuti melalui pelaksanaan rencana yang telah disepakati.

    Pernyataan itu disampaikan Vivian dalam keterangan pers kepada media Singapura di Jakarta, Rabu (28/10/2026), setelah bertemu Prabowo dan sejumlah pejabat Indonesia.

    “Komunikasi telah berlangsung di tingkat tertinggi antara Perdana Menteri saya dan Presiden Prabowo. Ini menetapkan komitmen politik kedua pihak untuk melakukan hal-hal yang diperlukan. Sekarang, kami harus melaksanakan rencana tersebut dan mewujudkan komitmen itu,” kata Vivian.

    Dalam kesempatan tersebut, Vivian juga menyinggung pentingnya menghormati kontrak komersial, termasuk di tengah pengurangan ekspor gas Indonesia ke Singapura. Dia menilai kepastian kontrak berpengaruh terhadap kredibilitas dan daya saing ekonomi kedua negara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More