Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hashim Minta Anggota Kadin Setop Goreng Saham, Investor RI Terancam

2 min read
Hashim Minta Anggota Kadin Setop Goreng Saham, Investor RI Terancam
Ketua Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo (IDN Times/Triyan).
  • Hashim Djojohadikusumo meminta anggota Kadin menghentikan praktik goreng saham, seraya menegaskan pemerintah berkomitmen menindak tegas manipulasi harga di pasar modal.

  • Ia menyoroti penangkapan 94 orang di Turkiye terkait kasus serupa dan mengingatkan agar penegakan hukum serta praktik tersebut tidak terulang di Indonesia.

  • Hashim menilai manipulasi saham mengancam 32,7 juta investor, perhatian MSCI dan investor asing, serta berpotensi menekan rupiah hingga Rp20 ribu-Rp22 ribu per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Hashim Djojohadikusumo meminta anggota Kadin menghentikan praktik manipulasi harga saham atau yang dikenal sebagai goreng saham. Praktik tersebut menjadi sorotan di tengah ancaman reklasifikasi status pasar saham Indonesia oleh MSCI Inc.

"Saya minta kawan-kawan dari Kadin, mohon kegiatan-kegiatan goreng-gorengan itu dihentikan. Mohon dengan sangat praktik goreng-gorengan segera dihentikan," ujar Hashim dalam sambutannya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Hashim menegaskan, pemerintah akan menindak tegas praktik manipulasi harga saham di pasar modal Indonesia. Ia mencontohkan penegakan hukum di Turki yang menindak puluhan orang terkait praktik serupa.

Menurut Hashim, kepolisian Turkiye telah menangkap 94 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Ia mengingatkan agar praktik serupa tidak terjadi di Indonesia.

"Pemerintah sudah berkehendak untuk tindak tegas, tindak tegas. Kemarin ada kejadian serupa di Turkiye. Di Turkiye ada masalah yang sama. Kemarin sudah tercatat 94 pelaku di Turkiye sudah ditangkap oleh polisi Turkiye. Jangan sampai ini terjadi di Indonesia," ujarnya.

Hashim menilai, praktik goreng saham berisiko merugikan 32,7 juta investor di pasar modal Indonesia. Ia menyebut banyak investor yang tidak puas dengan kondisi pasar, terutama ketika nilai saham yang mereka miliki mengalami penurunan.

Selain itu, praktik tersebut turut menjadi perhatian penyedia indeks global seperti MSCI dan investor asing.

"Ya, kita harus jujur lah, saya kira hampir setiap anggota Kadin ikut beli saham. Betul? Kalian tidak puas, kan? Betul? Termasuk saya. Saya juga punya saham di perusahaan publik dan saya tidak puas. Maka pemerintah hendaknya memperhatikan masalah ini," ujar Hashim.

Ia juga memperingatkan, pengumuman MSCI terkait pasar saham Indonesia berpotensi memicu aksi jual oleh investor asing. Jika arus modal keluar meningkat, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dikhawatirkan semakin besar.

Hashim memperkirakan rupiah berpotensi melemah hingga Rp20 ribu - Rp22 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) apabila persoalan tersebut tidak ditangani secara serius. Menurutnya, kondisi itu dapat menimbulkan dampak negatif yang luas, termasuk dari sisi politik.

"Saya kira ini nanti yang jadi korban adalah 32,7 juta kawan-kawan kita, saudara-saudara kita. Saya maaf, saya mau terus terang saja. Tapi ini masalah amat sangat serius. Jangan sampai rupiah jadi Rp21 ribu - Rp22 ribu. Ini jadi punya dampak politik yang luar biasa negatif," tegasnya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More