Tabungan Pensiun Usia 35-44 Menurun Drastis, Ini Penyebab Utamanya

- Median saldo pensiun usia 35-44 tahun di AS turun dari 69.550 dolar pada 2019 menjadi 45.000 dolar pada 2022, meski kepemilikan rekening pensiun mencapai 61,5 persen.
- Kenaikan penghasilan sering diikuti lifestyle creep, sementara cicilan rumah, pendidikan, pengasuhan anak, dan utang menyerap dana yang seharusnya dapat menambah tabungan pensiun.
- Banyaknya target finansial membuat kontribusi pensiun kecil; artikel menyarankan menaikkannya 1 persen per tahun, memanfaatkan employer match, dan memisahkan dana pensiun dari tujuan lain.
Memasuki usia 35-44 tahun, kamu mungkin mulai merasa kondisi keuangan seharusnya sudah jauh lebih mapan dibanding saat masih muda. Karier biasanya mulai berkembang, penghasilan berpotensi meningkat, dan kamu juga sudah punya gambaran lebih jelas tentang kebutuhan masa depan.
Namun, data menunjukkan kondisi tabungan pensiun kelompok usia ini justru mengalami penurunan cukup drastis. Berdasarkan data Federal Reserve melalui Survey of Consumer Finances (SCF), median saldo rekening pensiun kelompok usia 35-44 tahun turun dari 69.550 dolar AS (sekitar Rp1,08 miliar) pada 2019 menjadi 45 ribu dolar AS (sekitar Rp702 juta) pada 2022.
Menariknya, kelompok usia ini menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan median saldo secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Lantas, apa yang membuat tabungan pensiun usia 35-44 justru tertinggal?
Table of Content
1. Pengeluaran meningkat seiring bertambahnya penghasilan

ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, pembayaran cashless, kartu kredit (magnific.com/magnific) Usia 35-44 tahun sering menjadi fase ketika kebutuhan hidup ikut berkembang pesat. Saat penghasilan naik, kamu mungkin mulai meningkatkan kualitas tempat tinggal, membeli kendaraan yang lebih nyaman, atau mengalokasikan lebih banyak uang untuk kebutuhan keluarga. Masalahnya, kenaikan penghasilan gak selalu otomatis membuat jumlah uang yang ditabung ikut bertambah.
Kalau sebagian besar tambahan pendapatan langsung berubah menjadi tambahan pengeluaran, tabungan pensiun bisa tetap jalan di tempat.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan gaya hidup yang semakin mahal ketika karier berkembang. Eric Ludwig, PhD, CFP®, RICP®, direktur Center for Retirement Income di The American College of Financial Services, menjelaskan bahwa lifestyle creep bisa menjadi tantangan besar bagi orang berusia 30-an.
Setiap kali mendapatkan kenaikan gaji, kamu sebenarnya punya pilihan untuk meningkatkan gaya hidup atau memperbesar tabungan untuk kebebasan finansial di masa depan. Kalau setiap kenaikan penghasilan selalu diikuti kenaikan pengeluaran, pertumbuhan tabungan pensiun bisa menjadi jauh lebih lambat.
2. Biaya rumah dan pendidikan ikut menguras uang

ilustrasi rumah minimalis (pexels.com/Lisa Anna) Kelompok usia 35-44 tahun biasanya menghadapi berbagai kebutuhan finansial dalam waktu bersamaan. Selain kebutuhan sehari-hari, kamu mungkin harus membayar cicilan rumah, biaya perawatan tempat tinggal, kebutuhan anak, hingga biaya pendidikan.
Berbagai pengeluaran tersebut dapat membuat ruang untuk menambah tabungan pensiun menjadi semakin terbatas. Akibatnya, meskipun kamu sudah memiliki rekening pensiun, jumlah saldonya belum tentu bertumbuh sesuai harapan.
Menurut Ludwig, pertumbuhan pendapatan pada periode ini juga tidak merata karena peningkatan penghasilan lebih banyak terkonsentrasi pada kelompok berpendapatan tinggi. Sementara itu, biaya perumahan, pinjaman pendidikan, dan kebutuhan pengasuhan anak bisa menyerap sebagian besar penghasilan rumah tangga lainnya.
Situasi tersebut membuatmu harus membagi pendapatan ke banyak kebutuhan sekaligus. Gak heran bila menabung untuk pensiun akhirnya sering dianggap sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.
3. Banyak tujuan keuangan datang bersamaan

ilustrasi saving, dana pensiun, dana darurat, investasi (vecteezy.com/papan saenkutrueang) Usia 35-44 tahun bisa dibilang sebagai salah satu periode paling sibuk dalam urusan finansial. Kamu gak hanya perlu memikirkan pensiun, tapi juga bisa memiliki target membeli rumah, melunasi utang, membiayai pendidikan anak, atau membangun dana darurat.
Ketika terlalu banyak tujuan harus dibiayai dari sumber pendapatan yang sama, tabungan pensiun berisiko mendapatkan porsi lebih kecil. Padahal, semakin lama kamu menunda kontribusi, semakin sedikit waktu uang tersebut berkembang sebelum masa pensiun.
Data Federal Reserve menunjukkan bahwa 61,5 persen rumah tangga berusia 35-44 tahun memiliki uang di rekening khusus pensiun pada 2022. Angka ini sebenarnya cukup positif karena menjadi persentase tertinggi untuk kelompok usia tersebut sejak 2001.
Artinya, persoalannya bukan semata-mata gak memiliki tabungan pensiun, tapi jumlah saldo yang terkumpul masih tertinggal. Kamu mungkin sudah mulai menabung, tapi kontribusinya belum cukup besar untuk mengejar berbagai kebutuhan finansial lain.
4. Saldo median ternyata turun cukup besar

ilustrasi saving, dana pensiun, dana darurat, investasi (magnific.com/magnific) Penurunan saldo median menjadi bagian paling menarik dari data tersebut. Pada 2022, kelompok usia 35-44 tahun yang memiliki rekening pensiun tercatat mempunyai median saldo sebesar 45 ribu dolar AS (sekitar Rp702 juta).
Angka tersebut memang lebih tinggi dibanding kelompok usia 18-35 tahun, tapi masih jauh di bawah kelompok usia yang lebih tua. Bahkan, saldo median tersebut menjadi yang terendah untuk kelompok usia 35-44 tahun sejak 2010.
Jika dibandingkan dengan survei 2019, perbedaannya terlihat cukup besar. Saat itu, median saldo rekening pensiun kelompok usia 35-44 tahun mencapai 69.550 dolar AS (sekitar Rp1,08 miliar), sehingga dalam tiga tahun turun menjadi 45 ribu dolar AS. Ludwig menilai kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara partisipasi menabung yang masih solid dan jumlah saldo yang berhasil dikumpulkan.
Dengan kata lain, kamu mungkin sudah punya rekening pensiun, tapi jumlah uang di dalamnya belum tentu mencerminkan kebutuhan jangka panjang.
5. Menabung perlu dibuat lebih sengaja

ilustrasi saving, dana pensiun, dana darurat, investasi (magnific.com/rawpixel.com) Melihat kondisi tersebut, kamu gak perlu langsung panik jika saldo pensiun saat ini terasa belum ideal. Ludwig menyarankan agar progres pensiun dilihat berdasarkan kebutuhan pengeluaran, bukan sekadar berapa besar penghasilan yang ingin digantikan saat berhenti bekerja.
Dari sudut pandang tersebut, ia merekomendasikan target tabungan pensiun sekitar dua hingga tiga kali total pengeluaran rumah tangga tahunan ketika memasuki pertengahan usia 40-an. Target ini bisa menjadi patokan untuk mengevaluasi apakah jumlah tabunganmu sudah bergerak ke arah yang tepat.
Kamu juga bisa mulai dengan langkah sederhana tanpa harus mengubah seluruh kehidupan finansial sekaligus. Salah satunya dengan menaikkan kontribusi tabungan pensiun sebesar 1 persen setiap tahun, kemudian menambahnya lagi ketika mendapatkan kenaikan gaji. Pastikan pula kamu memanfaatkan seluruh fasilitas employer match jika tersedia di tempat kerja.
Employer match adalah fasilitas ketika perusahaan ikut menambahkan sejumlah uang ke tabungan pensiunmu berdasarkan kontribusi yang kamu setorkan, biasanya sampai batas persentase tertentu. Dengan memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal, kamu bisa mendapatkan tambahan dana dari perusahaan sekaligus memperkuat tabungan pensiunmu tanpa harus menanggung seluruh kontribusinya sendiri.
Selain itu, pisahkan tabungan pensiun dari tujuan finansial lainnya agar kenaikan penghasilan gak hanya habis untuk kebutuhan hari ini, tapi juga ikut memperkuat kondisi finansialmu di masa depan.
Penurunan median tabungan pensiun pada kelompok usia 35-44 tahun menunjukkan bahwa memiliki rekening pensiun saja belum cukup. Kamu juga perlu memperhatikan seberapa konsisten kontribusi dan pertumbuhan saldonya dari waktu ke waktu.
Biaya rumah, pendidikan, utang, kebutuhan keluarga, dan lifestyle creep memang bisa membuat fase ini terasa berat, tapi bukan berarti tabungan pensiun harus selalu menjadi prioritas terakhir, lho. Semakin sengaja kamu mengatur sebagian penghasilan untuk masa depan sekarang, semakin besar peluangmu membangun kondisi pensiun yang lebih aman nantinya.






![[QUIZ] Dari Shio Kamu, Kami Tebak Ide Bisnis yang Cocok Untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20240328/10817217-19406371-d1bc7980c62d880a91283408a334e32a.jpg)



![[QUIZ] Dari MBTI, Ini Ide Bisnis yang Cocok untuk Si Ekstrovert](https://image.idntimes.com/post/20240320/tim-mossholder-zhffvw2u93u-unsplash-90788451079a40c7884ed313ca93232a.jpg)









