ilustrasi saham (pexels.com/Pixabay)
Saham undervalued yang menarik untuk dianalisis juga bisa berasal dari perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif atau economic moat. Istilah ini menggambarkan faktor yang membantu perusahaan mempertahankan posisinya dari persaingan bisnis dalam jangka panjang.
Keunggulan tersebut bisa berupa merek yang kuat, biaya produksi lebih efisien, jaringan distribusi luas, teknologi khusus, atau tingginya biaya yang harus dikeluarkan pelanggan jika ingin beralih ke pesaing. Faktor-faktor ini dapat membantu perusahaan mempertahankan pelanggan dan menjaga kemampuan menghasilkan keuntungan.
Misalnya, perusahaan dengan merek yang sudah dipercaya konsumen mungkin memiliki posisi lebih kuat dibandingkan pendatang baru. Namun, keunggulan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui data, seperti kestabilan margin keuntungan, pangsa pasar, dan perkembangan pendapatan.
Jika perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, tetapi valuasinya relatif rendah dibandingkan nilai bisnis yang diperkirakan, sahamnya bisa menjadi objek analisis menarik. Meski demikian, kamu tetap perlu mempertimbangkan risiko industri dan kemungkinan perubahan persaingan.
Mengenali tanda saham undervalued yang layak dilirik bisa dimulai dengan memeriksa empat hal, yaitu rasio valuasi yang relatif rendah, kinerja keuangan yang stabil, neraca dan arus kas yang sehat, serta keunggulan kompetitif perusahaan. Keempat indikator tersebut dapat membantu kamu menilai apakah harga saham yang terlihat murah memang didukung oleh kondisi bisnis yang baik.
Ingat, saham dengan harga rendah belum tentu memiliki nilai yang menarik. Lakukan analisis secara menyeluruh, pahami risiko investasi, dan sesuaikan keputusan dengan tujuan serta toleransi risiko kamu. Pembahasan ini bertujuan menambah wawasan seputar investasi saham dan tidak dimaksudkan sebagai saran untuk melakukan transaksi saham tertentu.