Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Tips Mengatur Keuangan Biar Kamu Tidak Belanja Impulsif
ilustrasi belanja online (pexels.com/Olya Kobruseva)
  • Buat daftar kebutuhan utama sebelum mulai belanja.

  • Tetapkan bujet yang jelas sehingga batas pengeluaran terkontrol.

  • Berikan jeda waktu sebelum membeli supaya keputusan lebih matang.

  • Hindari godaan promo yang tidak relevan dengan kebutuhanmu.

  • Evaluasi ulang setiap barang yang ingin dibeli antara kebutuhan vs keinginan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Saat melihat promosi atau diskon menarik, kerap kali seseorang langsung membeli secara spontan atau impulsif barang yang ditawarkan.

Pembelian impulsif atau impulsive buying bisa menjadi faktor utama gaji/upah cepat habis. Nah, Bank Jago memberikan 3 tips agar kamu bisa mengatasi tantangan saat berbelanja atau tak menjadi impulsive buyer!

1. Tetapkan tujuan uang yang masih tersimpan atau yang belum dibelanjakan, untuk apa

ilustrasi belanja online (https://www.pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Terkadang, seseorang bisa berbelanja impulsif karena merasa masih memiliki uang yang belum dipakai. Tak sedikit pula yang bisa secara langsung menghabiskan uangnya.

Nah, agar kamu tetap memiliki kas sampai akhir bulan, kamu harus menetapkan tujuan uang yang belum kamu alokasikan untuk keperluan apapun. Misalnya, kamu ingin uang itu dijadikan sebagai dana darurat. Sehingga, saat ingin berbelanja yang tidak darurat, kamu bisa menghentikan niat berbelanja impulsif tersebut.

2. Buat daftar barang yang tak boleh dibeli

ilustrasi belanja online (unsplash.com/@cardmapr)

Kamu juga bisa membuat daftar barang atau produk yang tak boleh dibeli. Misalnya, untuk daftar barang yang tak boleh dibeli seperti pakaian, karena kamu masih punya banyak pakaian yang bisa dipakai. Atau sepatu yang tak begitu dibutuhkan, serta gawai (gadget).

Kamu juga bisa mencatat stok-stok keperluan bulanan kamu. Misalnya keperluan perawatan tubuh seperti sabun, sampo, body lotion, perawatan wajah, dan sebagainya. Jika masih ada stok, kamu harus menahan diri untuk tak membeli lagi hanya karena iming-iming diskon.

3. Membuat tantangan kecil untuk menahan keinginan belanja yang tak penting

ilustrasi belanja online (Dok. Istimewa)

Kamu juga bisa menantang diri dari hal-hal kecil untuk menahan keputusan belanja yang tak penting. Misalnya, kamu menantang diri sendiri untuk tak berbelanja online selama 24 jam. Jika berhasil, kamu bisa memperpanjang durasi tantangan, menjadi 3 hari, bahkan 1 minggu.

Kamu juga bisa menantang diri agar tak membeli makanan di luar batas anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya, kamu menetapkan anggaran untuk makan dan minum dalam 1 hari sebesar RP50 ribu. Nah, kamu bisa menantang diri untuk tidak melebihi batas anggaran tersebut.

FAQ seputar Tips Mengatur Keuangan Biar Kamu Tidak Belanja Impulsif

Apa itu belanja impulsif?

Belanja impulsif adalah membeli barang secara tiba-tiba tanpa pertimbangan nyata dan sering terjadi karena pengaruh promo, iklan, atau suasana hati.

Bagaimana cara mengendalikan belanja impulsif?

Tips yang ampuh termasuk membuat daftar kebutuhan sebelum belanja, menetapkan bujet, serta memberi jeda waktu sebelum memutuskan membeli.

Kenapa belanja impulsif bisa merusak keuangan?

Karena sering menyebabkan pengeluaran di luar bujet, mengurangi tabungan, dan menunda pencapaian tujuan finansial jangka panjang.

Editorial Team