- 66 persen pekerja menunda meminta kenaikan gaji karena tarif atau faktor eksternal lainnya.
- 41 persen belum menerima kenaikan gaji yang berarti dalam lebih dari dua tahun.
- 45 persen merasa layak mendapatkan kenaikan 4 persen hingga 6 persen pada 2026.
- 61 persen bersedia menerima kenaikan lebih kecil karena khawatir soal keamanan kerja.
- Hanya 37 persen yang membandingkan gaji mereka dengan rekan seprofesi, dan 32 persen merasa dibayar lebih rendah dibandingkan rekan setara.
4 Tips Negosiasi Naik Gaji saat Kondisi Ekonomi Sulit

- Pekerja menunda permintaan kenaikan gaji karena faktor eksternal.
- 61% pekerja bersedia menerima kenaikan lebih kecil demi keamanan kerja.
- Ajukan permintaan kenaikan setelah memberikan hasil nyata dan dukung dengan data.
Pasar kerja saat ini terasa semakin kompetitif dan penuh ketidakpastian. Banyak pencari kerja maupun karyawan aktif mengakui bahwa peluang terasa lebih sempit dibanding beberapa tahun lalu. Bahkan, menurut laporan PBS 2025 menjadi periode pasar tenaga kerja paling lemah sejak pandemi. Kondisi ini membuat banyak pekerja menahan diri—termasuk saat ingin meminta kenaikan gaji.
Laporan terbaru Career Trade-Offs dari Zety menunjukkan bahwa banyak pekerja Amerika harus membuat kompromi karier demi bertahan. Beberapa temuan utamanya antara lain:
Meminta kenaikan gaji di tengah kondisi pasar kerja yang sulit memang terasa menegangkan. Namun, bukan berarti mustahil. Dengan strategi yang tepat, peluang untuk mendapatkan kenaikan tetap terbuka. Berikut empat cara cerdas untuk mengajukan kenaikan gaji.
1. Ajukan setelah kamu memberikan hasil nyata

Banyak orang menunggu momen evaluasi kinerja tahunan untuk membicarakan kenaikan gaji. Meski masuk akal, pendekatan ini sering kali hanya meninjau kinerja masa lalu.
Sebaliknya, waktu terbaik untuk meminta kenaikan adalah setelah kamu berhasil memberikan kontribusi yang terukur—misalnya meningkatkan pendapatan, menghemat biaya, atau menyelesaikan proyek penting. Menurut Jasmine Escalera, PhD, pakar karier di Zety, mengaitkan permintaan kenaikan dengan dampak nyata yang baru saja kamu ciptakan akan membuat argumenmu lebih kuat.
Jika permintaanmu belum dikabulkan, jangan langsung menyerah. Memulai percakapan lebih awal tetap membantu atasan menyadari kontribusimu dan mempertimbangkannya dalam keputusan kompensasi berikutnya.
2. Sampaikan dengan cara yang tepat dan penuh pertimbangan

Rasa khawatir adalah hal yang wajar, apalagi jika perusahaan sedang melakukan efisiensi, pembekuan perekrutan, atau bahkan PHK. Namun, jangan biarkan ketakutan membuatmu diam.
Mulailah dengan menunjukkan bahwa kamu memahami kondisi perusahaan saat ini. Dengan mengakui tantangan yang sedang dihadapi organisasi, kamu membuka ruang diskusi yang lebih realistis. Jika kenaikan belum memungkinkan sekarang, kamu bisa menanyakan alternatif seperti bonus satu kali atau kejelasan waktu peninjauan gaji berikutnya.
Pendekatan yang empatik dan strategis sering kali lebih efektif daripada tuntutan langsung.
3. Dukung permintaanmu dengan data

Data adalah senjata utama saat meminta kenaikan gaji. Kamu bisa menggunakan dua jenis data: kontribusi konkret yang telah kamu berikan dan perbandingan gaji pasar untuk posisi serupa.
Melakukan riset pasar mungkin terasa canggung, terutama ketika harus membicarakan gaji dengan rekan kerja. Namun, informasi ini sangat penting untuk memahami apakah kompensasi kamu sudah sesuai dengan standar industri. Kamu bisa memanfaatkan platform seperti Glassdoor atau berdiskusi dengan jaringan profesionalmu.
Dengan angka yang jelas di tangan, permintaanmu akan terdengar lebih objektif dan masuk akal.
4. Tekankan tanggung jawab tambahan yang kamu ambil

Sering kali, tanpa disadari, tanggung jawabmu berkembang seiring waktu. Mungkin kamu kini menangani proyek tambahan, menggantikan peran rekan yang keluar, atau berkontribusi di luar deskripsi kerja awal.
Kontribusi seperti peningkatan pendapatan, penghematan biaya, pengurangan risiko, atau beban kerja yang bertambah adalah alasan kuat untuk membahas kenaikan gaji. Bahkan menurut laporan AP News, perusahaan cenderung mempertahankan karyawan yang bersedia mengambil tanggung jawab lebih besar—terutama setelah adanya pengurangan staf.
Pastikan kamu mencatat pencapaian dan tanggung jawab tambahan tersebut secara konsisten. Dengan begitu, kamu siap kapan pun ingin memulai pembicaraan.
Meminta kenaikan gaji di tengah pasar kerja yang penuh tantangan memang membutuhkan keberanian dan strategi. Namun, dengan persiapan yang matang, data yang kuat, serta fokus pada nilai yang kamu berikan, peluang untuk berhasil tetap ada. Di situasi sulit sekalipun, pendekatan yang cerdas dan profesional dapat membantumu melangkah lebih maju dalam karier dan keuanganmu.
FAQ Negosiasi tentang Naik Gaji
| Kapan waktu terbaik untuk mengajukan negosiasi gaji? | Waktu terbaik biasanya:Setelah evaluasi kinerja tahunanSetelah menyelesaikan proyek besar dengan hasil signifikanSaat tanggung jawab pekerjaan bertambahKetika kondisi keuangan perusahaan stabil atau membaik |
| Apa saja persiapan penting sebelum negosiasi gaji? | Persiapan yang disarankan:Data pencapaian dan kontribusi kerjaTarget dan KPI yang telah tercapaiPerbandingan gaji pasar (benchmark industri)Alasan rasional dan terukur mengapa kenaikan layak diberikan |
| Apakah aman membicarakan gaji dengan atasan? | Ya, selama dilakukan secara profesional, sopan, dan berbasis data. Hindari pendekatan emosional atau membandingkan diri secara langsung dengan rekan kerja. |
| Bagaimana cara menyampaikan negosiasi agar tidak terkesan menuntut? | Gunakan pendekatan kolaboratif, misalnya:“Saya ingin mendiskusikan perkembangan kontribusi saya dan kemungkinan penyesuaian kompensasi ke depan.”Fokus pada nilai yang diberikan, bukan sekadar kebutuhan pribadi. |
















