Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja transaction banking yang impresif hingga Desember 2025. (Dok. BRI)
  • BRI mencatat pertumbuhan impresif di transaction banking hingga Desember 2025, didorong peningkatan transaksi digital pada segmen ritel, bisnis, dan ekosistem pembayaran.

  • Transformasi BRIVolution Reignite fokus memperkuat struktur pendanaan berbasis dana murah melalui optimalisasi BRImo, BRILink, QRIS, serta pengembangan ekosistem pembayaran digital.

  • Pengguna BRImo tumbuh 18,9% menjadi 45,9 juta dan Qlola naik 48,1%, sementara volume penjualan merchant meningkat signifikan hingga Rp223,2 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BRI mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan transaction banking hingga Desember 2025, didorong peningkatan transaksi digital di segmen ritel, bisnis, dan ekosistem pembayaran.
  • Who?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Direktur Utama Hery Gunardi serta jajaran manajemen yang memaparkan kinerja keuangan triwulan IV 2025.
  • Where?
    Kegiatan pemaparan kinerja dilakukan di Jakarta dalam konferensi pers resmi BRI mengenai hasil keuangan triwulan IV tahun 2025.
  • When?
    Pemaparan disampaikan pada Kamis, 26 Februari 2025, dengan data kinerja dihimpun hingga akhir Desember 2025.
  • Why?
    Pertumbuhan terjadi karena strategi penguatan dana murah dan optimalisasi kanal digital seperti BRImo, BRILink, QRIS, serta pengembangan ekosistem pembayaran terintegrasi.
  • How?
    BRI menjalankan transformasi Funding Franchise dalam program BRIVolution Reignite dengan memperluas layanan digital dan meningkatkan penetrasi business cluster untuk memperkuat struktur pendanaan berbasis CASA.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja transaction banking yang impresif hingga Desember 2025. Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan transaksi digital pada segmen ritel, nasabah bisnis, hingga ekosistem pembayaran. 

Penguatan tersebut mempertegas kapabilitas BRI dalam mengelola aktivitas transaksi lintas segmen, sekaligus memperkokoh struktur pendanaan melalui penguatan dana murah. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi pada press conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 pada Kamis (26/02) di Jakarta.

1. Transformasi BRI

Aplikasi BRImo. (Dok. BRI)

Heri mengatakan, sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI melakukan transformasi pada Funding Franchise yang bertujuan memperkuat struktur pendanaan perusahaan agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah. 

“Dua strategi yang dijalankan yakni penguatan dana murah serta peningkatkan kapabilitas di bidang transaction banking. BRI mempercepat pertumbuhan CASA melalui optimalisasi digital channel (BRImo, BRILink, QRIS) serta peningkatan penetrasi business cluster. Sementara itu di segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran,” ujar Hery.

2. BRI terus memperkuat layanan transaction banking

Tampilan QRIS Tap di aplikasi BRImo (Dok. BRI)

Peningkatan aktivitas transaksi ritel di channel digital BRI tercermin pada pertumbuhan pengguna dan transaksi melalui BRImo. Hingga Desember 2025, pengguna BRImo tercatat 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen YoY, dengan nilai transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun atau meningkat 26,4 persen YoY,” ujar Aquarius.

Untuk segmen menengah, komersial dan korporasi, BRI terus memperkuat layanan transaction banking BRI untuk kebutuhan cash management dan transaksi end-to-end melalui Qlola. Per Desember 2025, pengguna aktif Qlola mencapai 113,0 ribu atau tumbuh 48,1 persen YoY, sejalan dengan sales volume yang meningkat 36,2 persen YoY menjadi Rp13.456 triliun.

3. Volume penjualan merchant BRI naik

Gedung BRI. (Dok. BRI)

Perseroan juga terus memperluas akseptasi pembayaran di merchant. Hal tersebut berdampak kepada volume penjualan merchant naik 48,1 persen yoy menjadi Rp223,2 triliun.

Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama, sales volume naik 100 persen yoy menjadi Rp85,6 triliun. (WEB)

Editorial Team