[PUISI] Merindu Pagi yang Sunyi

Entah sejak kapan hening berlalu
Berhenti hiruk-pikuk mengharu biru
Terpaksa menegakkan kembali bahu
Berlari sembari terburu-buru
Separuh langkah nyaris terbelenggu
Di antara deru bising kendaraan berlalu
Meminta hening beringsut tanpa ragu
Riuh suara berlomba tiada jemu
Pagi yang sunyi tinggal cerita rindu
Kelak sekadar menjadi candu
Saling beriringan dengan waktu
Disaksikan angin musim kemarau
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.



















