[PUISI] Antara Logika dan Rasa

Hal yang tak kupahami,
Menetap di dalam jiwa,
Seperti rumah tanpa penghuni,
Kosong tanpa adanya kehangatan.
Aku yang percaya akan logika,
Diam seribu bahasa menanggapi sang perasa,
Tak tahu bagaimana cara mencintai,
Atau membiarkan diri untuk dicintai.
Menutupi beragam luka,
Hingga lupa bahwa aku hanyalah manusia,
Kini perlahan ku belajar menerima,
Sebab aku pantas merasakannya.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















