[PUISI] Mendekap Kabut Tebal

Kabut tebal
Membentuk lingkaran iman
Kadang di dalam dada
Kadang menyangkut di bawah telinga
Kadang bergelantung di sudut mata
Kealpaan-kealpaan terulang
Membuang ke danau pertanggungjawaban
Sementara tetap berharap
Ada yang menarik ke rumah
Mendekap kabut tebal
Terasa asing nun dingin
Membuka ketukan pintu
Kehangatan terkasih
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















