Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Adalah Aku

[PUISI] Adalah Aku
unsplash.com/Annie Spratt

Adalah aku,
yang menjadi mata pedang itu;
menebas ilalang demi ilalang yang lancang jadi penghalang

Adalah aku,
yang menjadi hutan itu;
menggemakanmu di dalamku sampai tak satu helai daun pun tak mendengar

Adalah aku,
yang menjadi lonceng istana itu;
dengan tabah menunggumu datang menyentuh

Adalah aku,
yang pengharapannya sedalam lautan;
tak terukur ia, tak terjamah ia

Adalah aku,
yang kerinduannya tidak menjelma musim;
tidak menjadi deras hanya setelah gersang, tidak menjadi mekar hanya setelah gugur

 

-dari Nf(f) teruntuk Fz(n)

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Pagi yang Menunggu

11 Mei 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Sesal

[PUISI] Sesal

11 Mei 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Perangai Mematikan

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction