Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Aku Tetap Tersenyum

[PUISI] Aku Tetap Tersenyum
ilustrasi tersenyum (pixabay.com/Pexels)

Izinkan hujan turun,
biarkan dia membasuh air mata,
sesekali petir bersenandung,
dengan bunyi yang agung,
melengkapi ruang renung,
seorang pria yang terlihat murung.

Meski dia tahu harus bahagia,
juga tahu harus gembira,
hingga dia bisa tertawa,
sembari menahan air mata.

Dadanya bergemuruh,
ingin melepas rasa jenuh,
hatinya berdebar,
rasa pahit menjalar.

Dia seorang diri, tanpa kekasih cinta.
Namun, dia memiliki ibu dan kakak,
yang memberi kasih sayang dan perhatian.
Terima kasih tiada terkira,
untuk segala cinta, untuk segala asa,
untuk segala rasa bahagia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Riza AA
EditorRiza AA
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Ruang antara Dua Hening

30 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction