Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Aku yang Utuh Menghadapi Semesta

[PUISI] Aku yang Utuh Menghadapi Semesta
Ilustrasi jiwa yang utuh (pixabay.com/Ri_Ya)
Share Article

Kala itu, aku hanya terseok pada rembulan yang semakin remang 

Tubuhku hilang dari daratan 

Ia pergi ke tempat kehampaan 

Lalu, meninggalkan masam yang tak pernah ku dapatkan

 

Dahulu, aku hanyalah ekor kecil yang bertahan 

Tergoyahkan pada segala arah 

Diremuk dan dibuang 

Memang itu, kenyataan yang terpampang. 

 

Akan tetapi,

Jiwa takkan pernah mati 

Ia kekal di gelombang-gelombang 

Semakin besar merangkak ke langit 

Berdansa dengan keseluruhannya yang utuh 

Jiwaku adalah ancaman 

Untuk para laknat dalam kepedihan azab

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Genie Alfi
EditorGenie Alfi

Related Articles

See More

[PUISI] Mendung yang Tak Bisa Dibagi

26 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Lemah Tapi Kuat

[PUISI] Lemah Tapi Kuat

25 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Secercah Gelisah

[PUISI] Secercah Gelisah

24 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction