Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Angin yang Mengabarkan Perpisahan

[PUISI] Angin yang Mengabarkan Perpisahan
ilustrasi wanita menoleh (pexels.com/Elina Sazonova)
Share Article

Di senja yang redup, angin datang perlahan,
Menyentuh ujung rambut dan kenangan yang tertinggal,
Ada suara lembut membawa pesan tanpa nama,
Tentang perpisahan yang tak sempat diucapkan dengan kata.

Ia berhembus dari arah yang dulu kau lalui,
Menyelipkan aroma langkahmu di antara desir dedaunan,
Seolah waktu ingin menahan, tapi tak punya daya,
Sebab setiap hembusnya adalah pamit yang halus dan dalam.

Kini aku berdiri di antara sunyi dan harap,
Mendengar angin memanggil namamu dari kejauhan,
Barangkali ia hanya utusan dari kenangan lama,
Yang ingin berkata, selamat tinggal dengan lembutnya luka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gambaran Masa Lalu

[PUISI] Gambaran Masa Lalu

24 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pisau Permata

[PUISI] Pisau Permata

24 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Aku Tidak Peduli

[PUISI] Aku Tidak Peduli

23 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Lubang

[PUISI] Lubang

23 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Membeku

[PUISI] Membeku

21 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Mutiara Kusam

[PUISI] Mutiara Kusam

21 Mei 2026, 05:04 WIBFiction