Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Aroma Hujan

[PUISI] Aroma Hujan
ilustrasi hujan dan payung (unsplash.com/Erik Witsoe)
Share Article

Menebar semerbak basah aroma hujan

Senyummu adalah kebekuan

Suaramu adalah keheningan

Bagaimana mungkin aku menyapamu

Sedang kau lebih menyukai bergelut dengan sunyimu

Bagai riuh titik hujan menyapa tanah

Bersuara namun tak mengusik sepi yang menjamah

Begitupun riak hujan yang bergemiricik lantang

Bersuara namun justru mencipta keheningan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro

Related Articles

See More

[PUISI] Epitaf Angin di Sepertiga Malam

15 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Tuntutan Zaman

[PUISI] Tuntutan Zaman

14 Jun 2026, 23:48 WIBFiction
[PUISI] DIa yang menghatui

[PUISI] DIa yang menghatui

14 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gigi Bungsu

[PUISI] Gigi Bungsu

14 Jun 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Sehelai Daun Maple

[PUISI] Sehelai Daun Maple

13 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Pahat

[PUISI] Pahat

13 Jun 2026, 05:04 WIBFiction