Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bayang-Bayang Senja

[PUISI] Bayang-Bayang Senja
ilustrasi memandang matahari terbenam (pexels.com/Alexey Demidov)

Aku berjalan di punggung badai,
di mana angin menggertak bak serigala yang kelaparan,
dan tanah retak seolah menolak langkahku.
Seperti bayang-bayang pada senja,
yang menyusut dalam cahaya
dan tak pernah hilang,
aku terus melangkah.

Hidup adalah gunung yang menggerutu,
menggugurkan bebatuannya agar kita tahu:
tinggi tidak diberikan,
ia digapai dengan lutut berdarah
dan tangan terbakar Matahari.

Aku adalah bara dalam hujan,
menolak padam meski kuyup oleh kecewa.
Tetes luka jadi percikan kecil,
yang diam-diam memahat cahaya dalam dada.

Katanya, perjuangan adalah pedang,
tajam, memotong arah dan waktu.
Namun bagiku, ia lebih seperti akar—
menyusup diam ke dalam tanah,
mencari air di gurun sunyi
agar pohon harapan bisa tumbuh,
meski perlahan, meski nyaris tak terlihat.

Lalu bila aku jatuh ...
Biar Bumi yang memelukku,
biar malam menulis puisi di tubuhku,
karena aku tahu:
fajar hanya datang pada mereka
yang bersedia menggenggam gelap
tanpa kehilangan nyala.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Membangun Dunia dari Rak Buku

19 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu

16 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Jejak Keruh

[PUISI] Jejak Keruh

16 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menabung Kebaikan

[PUISI] Menabung Kebaikan

15 Mar 2026, 21:17 WIBFiction