Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Benih Rasa Takut

[PUISI] Benih Rasa Takut
ilustrasi perempuan (pexels.com/João Jesus)
Share Article

Pada kelam kalbu kala semesta dionggok mendung,
ia datang dalam keheningan pilu

Perawakannya menyerupai topan,
dan langkah kakinya bagai amuk badai
Debu dan dedaunan dibawanya berkeliaran,
sayup-sayup seolah membisikkan kalimat maut,
“Yakinkah kau akan hidup?”

Sorakan ketakutan itu nyata,
Menghunus tulang,
Membunuh semangat

Namun benihnya tetap ditahan-tahan,
Disimpan-simpan dan dibiarkan tumbuh
Sebab butuh rasa takut,
Untuk akhirnya keberanian tumbuh

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Menyimpan Badai Terlalu Lama

19 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction